INILAH.COM, Jakarta - PT PLN (Persero) memenuhi janjinya untuk mengembangkan stasiun pengisian listrik umum (SPLU) seperti yang diminta oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan guna menunjang program kendaraan listrik kota. Dalam tahap awal PLN akan membangun 24 SPLU.
Demikian disampaikan General Manager PLN Distribusi Jakarta Tangerang (PLN Disjaya), Sulastio saat ditemui di kantor PLN Dijaya dan Tangerang, Jakarta Minggu malam (5/8/2012). "Seperti yang diminta pak menteri kita bangun 24 SPLU pada tahap awal," kata Sulas.
Ke 24 SPLU tersebut rencananya akan dibangun oleh PLN diperkantoran PLN Pusat dan Kementerian BUMN 2 dan Kementerian ESDM 2, serta Kentenagalistrikan ESDM 1 dan sisanya dibangun dikantor anak cabang PLN. "Kalau ada permintaan, pasti kita akan kembangkan lebih banyak lagi kedepannya," ujar Sulas.
Sulas mengatakan, untuk membangun SPLU tidaklah dibutuhkan biaya yang besar maupun infrastruktur yang rumit. Menurut Sulas untuk 1 SPLU setidaknya dibutuhkan biaya Rp 6 juta. "Investasi sangatlah kecil, tidak harus meminta pusat," terang Sulas.
Cara penggunaan SPLU tidaklah rumit, pengguna hanya membutuhkan koin untuk melakukan pengecasan. Namun, SPLU hanya bisa digunakan untuk kendaraan dengan sumber listrik. Apakah itu sepeda motor atau mobil. 1 SPLU berkapasitas 5.500 volt amphere. [mel]