INILAH.COM, Jakarta - PT PLN (Persero) akan mulai melakukan ekspor setrum ke Semenajung Malaysia sebesar 600 mega watt (MW) pada 2016 untuk mencari peluang bisnis dan keuntungan di negara tetangga, Malaysia.
Demikian disampaikan Direktur Utama PLN, Nur Pamudji saat ditemui di kantor pusat PLN, Jakarta Senin (6/8/2012).
"Ekspor ke Semenanjung Malaysia masih dalam tahap negosiasi harga. Yang jelas harganya lebih mahal, dan pastinya menguntungkan. Tidak boleh rugi," kata Nur Pamudji.
Menurut Nur Pamudji harga listrik yang akan dieskpor tersebut berkisar di antara 9 sen dolar per kwh. Saat ini perusahaan setrum negara tersebut masih melakukan ground breaking jaringan listriknya. Dimana dananya dibiayai oleh Asian Development Bank (ADB).
Selain mengekspor listrik PLN juga membuka keran untuk melakukan impor listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik didalam negeri. Impor tersebut akan dilakukan sebesar 50 MW dari Sarawak Energi Berhad (SEB) pada tahun 2014. Impor tersebut dilakukan untuk memenuhi disaat kebutuhan beban listrik puncak di Kalimantan sudah mencapai 230 MW, dimana pada tahun 2015 diperkirakan beban puncak akan mencapai 400 MW. "50 MW itu di luar beban puncak," ujar Nur Pamudji.
Lebih lanjut Nur Pamudji mengatakan impor listrik tersebut realisasinya akan segera ditandatangi pada awal bulan ini. [mel]