INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah mencetak uang baru sebesar Rp56 triliun untuk persiapan menjelang lebaran.
Hal ini disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas dalam acara jumpa pers di Monas, Senin (6/8/2012). "Kegiatan kas keliling penukaran uang pecahan kecil akan berakhir hingga tanggal 16 (Agustus 2012), pokoknya hari kerja terakhir," tukasnya.
Dia mengutarakan rata-rata penukaran dari 9 Bank yang ikut berpartisipasi (BCA, Mandiri, BNI, BRI, BJB, Bank DKI, BTN, CIMB Niaga, Permata) umumnya bervariasi. "Ada yang sehari 60-80an juta, ada yang sampe 200an juta satu hari," katanya.
Sedang rata-rata modal yang disediakan bank per hari mencapai Rp300-an juta. "Rata-rata 300 juta yang disediakan oleh bank-bank. Jadi kalau ada 9 bank sudah Rp2,7 miliar yang disediakan satu hari di luar BI," tukasnya.
BI sendiri hingga hari ini sudah menyalurkan uang tunai sebesar Rp19 miliar untuk wilayah Jakarta saja. "Untuk seluruh Indonesia biasanya dua kali Jakarta, yaitu Rp38 miliar," ungkap Ronald.
Untuk penukaran uang per hari, Ronald mengatakan dibatasi minimal Rp5 juta per hari. "Satu orang 5 juta tapi satu kali tuker. Kalau dia mau ngantri lagi, boleh," tegasnya.
Ronald juga menyampaikan tahun ini, BI mencoba meningkatkan non-tunainya dengan penggunaan kartu. "Karena itu dari temen-temen industri yang saya dorong nasabah jangan terlalu bawa cash. Kalau bisa mereka datang bawa kartu ATM-nya untuk tuker. Sebetulnya mereka narik uang dari tabungannya dengan ATM, tapi mereka boleh milih pecahan. Jadi untungnya kan gitu. Tapi ini mungkin belum semua bisa gitu, tahun depan akan ditingkatkan lagi jadi memudahkan," jelasnya. [hid]