INILAH.COM, San Francisco - Emas berjangka naik pada Kamis (9/78/2012) dini hari tadi, mendapat dukungan dari data produktivitas AS yang positif dan harapan adanya stimulus moneter tambahan.
Emas untuk pengiriman Desember naik US$ 3,20, atau 0,2%, ke level US$ 1.616 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Logam ini berakhir lebih rendah pada perdagangan sebelumnya.
Stephen Platt, analis Archer Financial di Chicago mengatakan, ada pendapat umum di pasar yang mengatakan bahwa Eropa harus bertindak, dan bertindak bersama mungkin dengan AS dalam memberikan stimulus moneter lebih lanjut.
Harapan dari pelonggaran kuantitatif lanjutan, muncul setelah komentar Eric Rosengren, presiden Federal Reserve Bank of Boston dan juga anggota tanpa hak suara atas pengaturan kebijakan FOMC tahun ini, mengatakan Fed perlu meluncurkan program pembelian aset yang cukup besar dan terbuka untuk memicu permintaan.
Pelonggaran lebih lanjut dari Fed akan mendukung peran emas sebagai alternatif mata uang dan membawa kekhawatiran investor tentang pelemahan mata uang, kata Adam Klopfenstein, ahli strategi di Archer Financial.
Emas telah diperdagangkan antara US$ 1.550 dan US$ 1.625 per ons dalam enam bulan terakhir.
Logam ini terus dibatasi oleh pergerakan mata uang dan bunga fisik yang rendah, analis VTB Capital mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien.
Dolar yang lebih kuat cenderung membebani komoditas denominasi dolar, karena membuat mereka lebih mahal untuk pemegang mata uang lainnya.
Di antara logam lainnya, tembaga September turun 2 sen atau 0,6% menjadi US$ 3,42 per pon.
Perak turun 1 sen, atau kurang dari 0,1% menjadi US$ 28,08 per ons. Platina Oktober turun 20 sen menjadi US$ 1.410,20 per ons. Paladium September turun US$ 1.70, atau 0,3% menjadi US$ 586,50 per ons. [ast]