Kamis, 20 Juni 2013 | 13:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Majalah InilahREVIEW Edisi ke-50
Hatta Rajasa: Ini Kebangkitan Investasi
Headline
Menko Perekonomian Hatta Rajasa - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Sjarifuddin dan Iwan Purwanton
ekonomi - Senin, 13 Agustus 2012 | 07:00 WIB
Berita Terkait

DI TENGAH kondisi dunia yang sedang krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif. Pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini mencapai 6,4%. Konsentrasi pertumbuhan tetap terpusat di Pulau Jawa dengan angka 57,5%.

Apa makna pertumbuhan ekonomi ini bagi Indonesia? Wartawan InilahREVIEW, Sjarifuddin dan Iwan Purwantono mewawancarai Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu dan Jumat pekan lalu, di Istana Negara dan Kementerian Keuangan. Petikannya:

Pada triwulan II 2012, ekonomi Indonesia tumbuh 6,4%. Apa ini angin baik?

Oh…, sudah jelas dong. Di tengah situasi ekonomi internasional yang belum membaik, Indonesia malah bisa tumbuh. Angka pertumbuhan sebesar 6,4% di kuartal II 2012, cukup membahagiakan. Apalagi pemicunya adalah masuknya modal (investasi). Khususnya di sektor industri dan telekomunikasi, maju pesat.

Apakah ini awal dari kebangkitan ekonomi Indonesia, setelah lama ‘tertidur’?

Kalau saya, lebih setuju menyebutnya sebagai kebangkitan investasi. Rasanya istilah itu lebih pas. Di tengah situasi global yang tidak menjanjikan, perekonomian nasional bisa tumbuh dengan baik. Khususnya kuatnya arus investasi yang masuk.

Bagaimana mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu?

Konsistensi pertumbuhan ekonomi hanya bisa terjadi apabila empat mesin pertumbuhan itu, bisa ditangani secara maksimal. Pertama, iklim investasi harus dijaga. Salah satu di antaranya adalah dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan berbagai hambatan. Kedua, menjaga sektor konsumsi. Ini berarti inflasi harus dikendalikan agar paritas daya beli masyarakat tetap kuat. Ketiga, infrastruktur mesti dibangun dan dananya harus dari APBN. Keempat, memperluas pasar domestik, seraya tetap mengurangi defisit neraca perdagangan.

Banyak yang menilai, pertumbuhan ekonomi setinggi itu belum mampu menyerap banyak tenaga kerja, karena arus modal yang masuk sebagian besar ke sektor keuangan?

Siapa yang bilang begitu? Enggak betul itu. Coba dibuka lagi data dari BPS. Investasi yang banyak masuk, berada di sektor manufaktur, industri, telekomunikasi. Tentunya investasi butuh tenaga kerja.

Anda yakin angka pengangguran bisa segera ditekan?

Tentunya, kita akan terus berusaha. Apalagi, kalau program Masterplan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) bisa terealisasi tahun depan. Tentu, mega proyek ini akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Demikian pula program-program pembangunan infrastruktur lainnya. Yang jelas, kita sangat yakin dengan perkembangan ekonomi nasional.

Kira-kira, apa yang perlu diwaspadai agar perekonomian tetap terjaga?

Salah satunya, menjaga neraca perdagangan. Volume impor harus dijaga. Untuk itu, pihak terkait dengan investasi harus pandai-pandai mengambil perannya. Diharapkan bisa mengutamakan bahan baku dalam negeri, bukan impor. Kalau ini tidak dijaga, neraca perdagangan bisa terganggu.

Hal lain yang harus dicermati adalah perbaikan konsumsi dan realisasi belanja pemerintah. Untuk konsumsi domestik, kita minta seluruh pihak untuk menjaga pasar domestik. Impor tidak besar, inflasi juga bisa dikendalikan.

Apakah dinamika politik pada tahun depan akan menghambat pertumbuhan ekonomi?

Saya kira tidak karena kondisi politik nasional sangat baik.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-50 yang terbit Senin, 13 Agustus 2012. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.