INILAH.COM, New York - Minyak mentah di pasar global pada pedagangan Kamis (16/8/2012) menguat juga didukung pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel yang akan mendukung kebijakan Bank Sentral Eropa mengatasi utang.
Minyak mentah AS jenis light sweet naik 1,4% menjai US$95,50 per barel. Untuk minyak mentah jenis Brent naik 96 sen menjadi US$115,27$. Minyak Brent telah berakhir kontrak untuk September namun diwarnai dengan volume perdagangan yang tipis.
Minyak mentah juga terpengaruh perkembangan politik di Timur Tengah seperti di Iran dan Suriah. Faktor lain adalah gangguan produksi di North Sea.
Sementara saham AS bergerak menguat juga dengan pernyataan Merkel. Indeks Dow Jones naik 0,6% ke 13.250, indeks S&P naik 0,7% menjadi 1.415,51 serta indeks Nasdaq melompat 1,04% menjadi 3.062,39. Saham teknisi mendorong kenaikan indeks S&P meski saham sektor utilitas dan perawatan kesehatan mengalami tekanan.