INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp177,3 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2013 dari APBNP 2012 sebesar Rp159,6 triliun.
Demikian seperti dikutip dari Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2013, Sabtu (18/8/2012). Penerbitan SBN tersebut untuk alokasi sumber pembiayaan untuk menutup defisit pada 2013. Defisit diperkirakan 1,62% terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam RAPBN 2013.
Untuk memenuhi target penerbitan SBN sebesar Rp177,3 triliun pada 2013 akan dilakukan pemerintah dengan menerbitkan instrumen SBN domestik dan valas. Pemilihan instrumen dan tenor penerbitan akan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain: Pertama, strategi pengelolaan utang dalam jangka pendek dan menengah.Kedua, biaya penerbitan SBN. Ketiga, pasar keuangan domestik dan global. Keempat, preferensi investor. Kelima, kapasitas daya serap investor.
Penerbitan SBN domestik akan diprioritaskan pada SBN tenor menengah dan panjang, namun tidak menutup kemungkinan dilakukan penerbitan SBN tenor pendek untuk mengefisienkan biaya utang. Pemerintah menargetkan pembiayaan utang sebesar Rp158,3 triliun dalam RAPBN 2013 dari APBNP 2012 sebesar Rp156,16 trililiun. Komposisi utang tersebut antara lain SBN senilai Rp177,26 triliun, pinjaman luar negeri naik menjadi Rp19,45 triliun. Pinjaman luar negeri tersebut terdiri dari penarikan pinjaman luar negeri (bruto) sebesar Rp45,91 triliun dengan komposisi pinjaman program sebesar Rp6,51 triliun, pinjaman proyek sebesar Rp39,40 triliun, penerusan pinjaman sebesar Rp6,96 triliun, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri sebesar Rp58,40 triliun.
Pinjaman dalam negeri (netto) sebesar Rp500 miliar dengan komposisi penarikan pinjaman dalam negeri (bruto) sebesar Rp500 miliar dan pembayaran cicilan pokok pinjaman dalam negeri sebesar Rp250 miliar. Total pembiayaan utang sebesar Rp158,31 triliun.
Selain itu, pemerintah akan membayar bunga utang sebesar Rp113,24 triliun dalam RAPBN 2013 dengan komposisi pembayaran bunga utang dalam negeri sebesar Rp80,70 triliun dan luar negeri sebesar Rp32,54 triliun. Sedangkan pembayaran bunga utang mencapai Rp117,78 triliun dalam APBNP 2012.