INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah akan menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) per kuartal pada 2013. Inilah alasannya.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menyatakan, rencana pemerintah untuk menaikkan TTL (atau yang dikenal dengan TDL) masih memerlukan pembahasan dengan DPR.
Namun, Ia menjelaskan beberapa alasan pemerintah untuk menaikkan TDL per kuartal, pada 2013. Salah satunya agar guyuran subsidi lebih tepat sasaran. Yakni untuk menjaga kesehatan fiskal dan alokasi dana untuk belanja infrastruktur.
'Kan semua sudah sepakat, bahwa belanja infrastruktur harus didorong, semua bersepakat, bahwa subsidi BBM dan energi harus well targeted," paparnya di Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Menurutnya, pemerintah telah melakukan perhitungan secara detil terkait rencana tersebut, termasuk mengaitkannya dengan kondisi ekonomi global dengan tujuan utama menjaga pertumbuhan ekonomi pada level 6,8%.
"Waktu menghitung kita juga menghitung dengan skenario, kita menghitung dengan harga input untuk pembangkit listrik dan sebagainya bauran energi bagaimana, prinsipnya pasti akan dilihat kembali. Kan waktu diajukan dihitung DEN (Dewan Ekonomi Nasional) asumsi lihat saja nanti dipembahasan," ungkapnya.
Pemerintah berharap akan ada kesepakatan dengan DPR saat pembahasan rencana tersebut. "Dengan argumentasi yang disampaikan pemerintah, kenapa pemerintah memelih itu, alasannya, mudah-mudahan akan ada kesepakatan. 2013 itu kan tahun politik ya bisa dibilang DPR takutnya memikirkan kepentingan politik, ini kan kita gak bsa berandai-andai," jelasnya.
Dalam RAPBN 2013, pemerintah menganggarkan total subsidi Rp316,097 triliun dengan subsidi energi Rp274,743 triliun yang terdiri dari subsidi BBM Rp193,8 triliun dan Subsidi listrik Rp80,937 triliun. Untuk menjaga agar subsidi listrik tepat sasaran, pemerintah berencana menaikkan TDL sebesar 15% selama tahun 2013 secara bertahap per kuartal. [ast]