Kamis, 23 Mei 2013 | 10:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ideologi "Pertumbuhan Ekonomi" Sudah Lama Usang
Headline
Ilustrasi
Oleh: Restu A Putra
ekonomi - Rabu, 5 September 2012 | 12:41 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta-Ideologi pertumbuhan ekonomi sebagai tolak ukur kebijakan ekonomi makro sudah lama dikritik. apalagi diiringi dengan munculnya beberapa ketimpangan. Namun ironisnya, ideologi ini selalu dipakai pemerintah untuk patokan.


"Ideologi pertumbuhan ekonomi itu sudah dikritik sejak tahun 60an, karena dalam banyak sisi justru menyengsarakan sebagian masyarakat seperti yang terjadi selama ini," ujar juru bicara Koalisi Masyarakat untuk APBN Kesejahteraan, Ahmad Erani Yustika dalam diskusi RAPBN Alternatif TA.2013 di Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Ia mengatakan dalam penyusunan ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi penting tapi bukan ukuran paling sahih untuk mengukur segalanya.

"Oleh karenanya asumsi pertumbuhan ekonomi APBN Alternatif 2013 versi koalisi tidak dirancang setinggi pemerintah 6,8%-7,2%, tapi hanya 6,56%," ujarnya.

Angka itu menurutnya dilakukan berdasarkan dua pertimbangan pokok, pertama, situasi ekonomi dunia belum sepenuhnya pulih dari krisis. Kedua bertumpu pada pertumbuhan sektor riil.

"Poin ini jauh lebih penting diupayakan pemerintah ketimbang mengejar capaian pertumbuhan ekonomi semata," katanya. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.