Selasa, 18 Juni 2013 | 14:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Berkat Dukungan Gubernur DKI Fauzi Bowo
Setu Babakan Kian Gaul Dengan Wifi
Headline
ist
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
ekonomi - Kamis, 6 September 2012 | 07:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan kini semakin gaul dengan adanya fasilitas hotspot, yang bisa diakses gratis oleh pengunjung.

Kawasan dengan luas sekitar 289 hektar yang berlokasi di pinggiran Jakarta Selatan ini, giat berbenah untuk memfasilitasi para pengunjung. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas hot spot gratis.

Media Relasi Pengelola Setu Babakan, Indra Sutisna, menyatakan fasilitas hotspot sudah ada sejak sekitar dua pekan lalu. Namun jangkauannya masih terbatas, hanya 20-25 meter.

"Nanti aksesnya akan ditambah lagi. Ini kan salah satu fasiltas untuk pengunjung, mereka datang ke Setu, selain untuk belajar budaya Betawi juga bisa mengunduh informasi," ujar Indra kepada INILAH.COM.

Kawasan Setu Babakan juga akan menambah fasilitas berupa ruang untuk lebih memperkenalkan budaya Betawi kepada masyarakat, dengan membuat pulau di tengah-tengah danau.

"Nanti disitu akan kita buat contoh rumah-rumah Betawi dengan berbagai tipe, membuat semacam diorama kehidupan masyarakat Betawi tempo dulu serta galeri atau museum," tuturnya.

Ia menegaskan, penambahan fasilitas tersebut bukan hanya semata-mata untuk menambah jumlah pengunjung. Namun meningkatkan fungsi utama berupa edukasi dan menjaga kelestarian budaya Betawi. "Pengunjungnya diharapkan nanti akan lebih ke arah kualitas," ujarnya.

Menurutnya, perkembangan yang terjadi di Setu Babakan ini cukup pesat dalam lima tahun terakhir, yaitu sejak di bawah pimpinan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. "Dengan Pak Fauzi Bowo ini jauh lebih berkembang, dari pemerintahan sebelumnya. Lima tahun ini sudah ada progress untuk perkampungan budaya Betawi," ujar Indra.

Lalu bagaimana tanggapan masyarakat sekitar yang memiliki profesi sebagai pedagang di kawasan Setu Babakan, atas perkembangan perkampungan Betawi ini?

Awi (38 tahun), pedagang kerak telor, mengakui perekonomiannya semakin terbantu dengan pesatnya perkembangan Setu Babakan. "Emang Setu kan ramenya akhir pekan sama hari libur saja, tapi ini lumayan bantu saya," ujarnya yang telah berdagang kerak telor sejak 11 tahun lalu.

Dalam sehari saat akhir pekan atau hari libur besar, Awi mengaku bisa mengantongi Rp700-800 ribu dengan menghabiskan 3-4 kilogram telur ayam dan telur bebek. "Kalau lebaran itu bisa Rp1,5 juta sehari," tuturnya sambil menyiapkan pesanan pembeli yang mengantri, saat INILAH.COM menyambanginya.

Dari profesinya, Ia bahkan sanggup memiliki rumah sendiri di kawasan Setu Babakan. "Saya akhirnya pindah dari kontrakan di Mampang, dan bangun rumah sendiri. Dari beli tanah sampai bangun rumah sekitar Rp100 juta lebih," ujarnya.

Hal senada juga diakui Ibu Rahmat (40 tahun), pedagang soto mie dan soto ayam di kawasan Setu. Tak beda jauh dengan Awi, dalam sehari pada akhir pekan atau hari libur besar ia bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp800 ribu.

Memang tak dapat disangkal bisa keberadaan perkampungan Betawi ini sangat membantu kehidupan perekonomian masyarakat sekitar, selain menambah tujuan wisata dalam kota yang murah meriah. Cukup dengan membayar Rp2.000 per motor atau Rp5.000 per mobil, pengunjung bisa dengan puas seharian menikmati berwisata di Setu.

Kedua pedagang tersebut berharap, Setu Babakan akan semakin lebih baik ke depannya agar lebih banyak pengunjung yang datang. Selain juga memikirkan keberadaan para pedagang. "Inginnya sih lebih baik lagi, fasilitas ditambah biar tambah pengunjung, kan bisa nambah jualan," ujar Awi.

Saat ini jumlah pengunjung Setu Babakan dalam setahun mencapai 135 ribu orang, dengan hari-hari tertentu seperti lebaran dan akhir pekan jumlah pengunjung akan meroket. "Kita berharap bisa sampai 150 ribuan atau lebih lagi nantinya (dalam setahun)," kata Indra.

Pengunjung bisa menikmati fasilitas wisata dan edukasi dalam tiga hal yaitu wisata budaya, wisata air, dan wisata agro. Wisata budaya merupakan sebuah kegiatan upaya untuk menumbuhkan nilai-nilai tradisional dan memberiklan edukasi bagi pengunjung, melalui pagelaran seni musik dan tari tradisional Betawi. Selain itu ada juga fasilitas pelatihan budaya Betawi.

Sementara wisata air berupa olah raga air yang akan menghibur pengunjung, berupa sepeda air, olah raga kano, dan pemancingan. Dan wisata agro berupa upaya untuk memperkenalkan perkebunan khas Betawi. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.