Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 06:42 WIB

Kenaikan TDL Bertahap Untungkan Dunia Usaha

Oleh : Restu A Putra | Rabu, 5 September 2012 | 19:25 WIB
Kenaikan TDL Bertahap Untungkan Dunia Usaha
inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Inisiatif pemerintah untuk menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) secara bertahap dinilai memberi sisi positif bagi pengusaha. Hal ini akan memberikan mereka untuk beradaptasi dalam proses produksi.

Demikian diungkapkan Ekonom Universitas Brawijaya, Ahmad Erani Yustika, Rabu (5/9/2012). Dari sisi fiskal kenaikan tersebut tetap harus memperhatikan banyak hal termasuk inefisiensi PLN. Hanya saja jika kenaikan TDL itu niscaya maka startegi kenaikan bertahap menguntungkan pengusaha.

"Namun kerugiannya secara politis itu akan sulit bagi pemerintah karena tahun depan adalah tahun politik, sehingga kemungkinan kecil DPR menyetujui kebijakan pemerintah yang tidak populer," katanya.

Kecuali menurut Ahmad kenaikan tersebut disetujui dari awal dan dinaikan secara bertahap 3 bulan sekali hingga akhir tahun. Namun jika di bawah 3 bulan sekali maka kemungkinan tersebut sulit sekali pemerintah menggolkan kebijakan tersebut.

Sementara Anggota DPR Fraksi PDIP, Arif Budimanta secara terpisah tampak sesuai dengan analisis Ahmad Erani dengan menolak bila pemerintah tetap menginginkan TDL dinaikkan. "Ini kan walau kenaikannya bertahap 10% seperti itu kemudian pada tahap berikutnya naik lagi kan kenaikan berganda, sulit bagi kita untuk menerima itu, secara fiskal dampaknya pada industri juga buruk, imbasnya kenaikan barang produksi dan daya beli masayarakat kena pengaruhnya," kata Arif.

Dalam RAPBN tahun 2013, anggaran belanja non kementerian dan lembaga sebesar Rp591,6 triliun dialokasikan antara lain untuk belanja subsidi Rp316,1 triliun.

Anggaran subsidi tersebut naik Rp48 triliun atau sekitar 18% dari beban anggaran subsidi, termasuk cadangan anggaran subsidi energi Rp23 triliun, dalam APBN-P 2012 sebesar Rp268,1 triliun.

Anggaran subsidi tahun 2013 tersebut dialokasikan untuk subsidi BBM jenis tertentu, LPG tabung 3 kilogram dan LGV sebesar Rp193,8 triliun, subsidi listrik Rp80,9 triliun, dan subsidi non-energi Rp41,4 triliun. [hid]

Komentar

 
x