INILAH.COM, Jakarta - Kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dananya di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus meningkat.
Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat komposisi dana murah dan akhirnya berpengaruh pada ekspansi kredit yang semakin kompetitif. Hingga kuartal dua 2012, dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp371,1 triliun.Dana itu terdiri atas Giro sebesar Rp74,5 triliun, Tabungan Rp155,7 triliun, dan Deposito Rp140,9 miliar.
“DPK kita mengalami kenaikan signifikan bila dibandingkan dengan Kuartal II-2011 lalu, di mana Giro sebesar Rp45,3 triliun, Tabungan Rp123,8 triliun, dan Deposito Rp125,5 triliun. Artinya, DPK tumbuh 26% dibanding periode yang sama tahun lalu,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali di Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Ali menuturkan, kenaikan itu mempengaruhi komposisi dana murah BRI yang mencapai 62% atau sekitar Rp311,1 trliun. “Tabungan tumbuh sebesar 25,8% sedangkan giro tumbuh 64,3%,” tuturnya Ali.
Dia mengatakan, peningkatan itu menyebabkan penurunan pada biaya dana (Cost of Fund/COF), dari 4,85% di kuartal dua 2011 menjadi 3,86% pada kuartal dua 2012.
Selain faktor kepercayaan, dikatakan Ali, peningkatan ini juga merupakan hasil dari ekspansi unit kerja yang dilakukan perseroan. “Jumlah unit kerja BRI pada kuartal dua 2012 mencapai 8.618, meningkat lebih dari 1.000 unit kerja dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebanyak 7.374 unit kerja,” ujar Ali.
Selain memperkuat dana murah, dampak kenaikan dana tabungan juga turut menggenjot jumlah pemegang kartu debit BRI, dari 10,5 juta pada 2011 lalu menjadi 13,7 juta di kuartal dua tahun ini. Sedangkan kenaikkan pemegang kartu debit ini berdampak pada transaksi e-channel.
“Kenaikan jumlah pemegang kartu debit akhirnya mempengaruhi kenaikan transaksi di e-channel BRI,” ucap Ali.
Pada 2011 lalu, hanya terjadi 636 juta transaksi, naik signifikan menjadi 817 juta pada kuartal dua 2012. E-channel BRI sendiri saat ini mencapai lebih dari 11.111 unit ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan 36.664 EDC (electronic data capture).
Sebuah fakta menarik, saat ini transaksi account BRI telah mencapai 8.8 juta transaksi/hari, artinya hampir 25% dari total nasabah BRI bertransaksi setiap hari. “Dan yang lebih sensasional, setiap lima menit terjadi 25 ribu transaksi account BRI,” ujar Ali.
Hal ini menunjukkan bahwaTeknologi Informasi (TI)BRI saat ini mampu menyesuaikan dengan tuntutan layanan para nasabah.
Ali menuturkan, peranan TI bagi persaingan industri perbankan sangat menentukan, karena kekuatan berkompetisi bagi perbankan adalah kebutuhan mendasar. "Saat ini kita mengembangkan struktur TI yang timely dan akurat. Selain itu aktivitas transaksi menuntut otomatisasi transaksi sehingga TI harus reliable dan accountable,” kata Ali. [ast]