INILAH.COM, Jakarta - Kebijakan The Fed mengeluarkan Qiantitative Easingnya (QE3) menyebabkan likuiditas dolar di dunia bertambah. Karena dampaknya melemahkan dolar AS.
Demikian menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution saat ditemui usai Sholat Jumat di Masjid BI, Jumat (14/9/2012). Namun ia mengatakan keputusan likuiditas The Fed yang ketiga ini, tidak terlalu besar dibanding keputusan QE1 dan QE2.
"QE3 nggak banyak, hanya US$40 miliar, QE1 dan QE2 lebih banyak dari itu, tapi yang menarik mereka (The Fed) mulai mencoba untuk melokalisir atau membatasi di sektor tertentu. Dengan begitu mereka bisa mengharapkan lebih terarah dan tidak cepat-cepat lari ke negara lain," ujarnya.
Namun dampak dari keputusan The Fed itu terhadap perekanomian bergantung pada kekuatan ekonomi di setiap negara. Walupun secara umum ada kecendurungan untuk pelemahan pada dolar AS. Tetapi tetap pengaruhnya sesuai dengan kondisi setiap negara.
"Ekonomi kita, dilihat dari keseimbangan internalnya bagus, kuat, pertumbuhannya baik, inflasinya rendah, defisit fiskalnya kecil. Kita punya modal lah untuk menarik masuknya uang dari luar walaupun tidak besar-besaran seperti dulu," kata Darmin. [hid]