INILAH.COM, Jakarta - Industri asuransi jiwa pada Semester I 2012 diperkirakan masih akan tumbuh sebesar 25%-26%.
"Sampai sejauh ini industri (asuransi jiwa) kemungkinan masih tumbuh sebesar 25-26 persen," ujar Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim kepada INILAH.COM baru-baru ini.
Memang, lanjutnya, beberapa perubahan regulasi seperti PSAK 62 tentang penerapan IFRS sedikit menghambat pertumbuhan industri. "Ini satu kendala yang kita harus hadapi ke depan," katanya.
Tapi secara umum, Hendrisman menyampaikan pertumbuhan industri asuransi jiwa masih baik. AAJI hingga saat ini masih belum menyampaikan paparan kinerja industri asuransi jiwa Semester I 2012.
Hendrisman mengakui, hal ini disebabkan asosiasi masih bekerja secara manual dalam mengolah data keuangan industri yang masuk. "Jadi memang agak telat. Ke depan kita akan memikirkan untuk memperbaikinya," katanya. [hid]