INILAH.COM, New York - Riset komoditas The Credit Suisse memperkirakan harga emas encapai puncaknya di level US$1.820 per ons pada kuartal I 2013.
Keyakinan tersebut dengan adanya paket Quantitative Eassing ketiga dari The Federal Reserve AS. Bahkan saat Gubernur The Fed mengumumkan akan membeli utang hipotek US$40 miliar, harga emas meneyntuk level US$1.774. Sebuah level tertinggi dalam enam bulan terakhir.
"Saya tidak akan menjual emas saya selama kita memiliki orang-orang seperti Bernanke di The Fed dan bisa melihat defisit fiskal," kata Marc Faber, analis emas di the Gloom, Boom and Doom Report seperti dikutip dari cnbc.com.
Namun dia berharap harga emas akan terkoreksi ke kisaran US$1.750 per ons. Setelah itu harga emas akan menguat tajam lagi. Harga emas sudah ditopang pelonggaran kuantitatif putaran pertama pada kurun wantu 2008-2010.
Kenaikan harga emas selama ini ditopang kurangnya kepercayaan kepada pemerintah. Kebijakan pembelian surat utang bermasalah oleh bank sentral AS. Terakhir karena melemahnya kurs dolar yang saat ini indeks DXY turun 0,5% ke 78,83.
"Kau punya emas, kuantitas yang tetap dan bank sentral mencetak yang lebih banyak. Maka emas menjadi lebih mahal," kata Richard Cookson dari Citi Private Bank.