Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 28 Juli 2015 | 17:17 WIB
Hide Ads

Potensi Laris, Pemerintah Upsize ORI009?

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Jumat, 21 September 2012 | 11:47 WIB
Potensi Laris, Pemerintah Upsize ORI009?
ist

INILAH.COM, Jakarta - Respon pasar obligasi yang menjanjikan membuka potensi penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) 009 hingga melebihi target indikatif yang sebesar Rp12 triliun.

Pjs Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan pemerintah menargetkan ORI009 sebesar Rp12 triliun. Namun angka tersebut bisa meningkat tergantung dari respon pasar.

Berdasarkan respon yang didapat dari agen penjual ORI009, target yang mereka bidik melebihi dari target indikatif yaitu sebesar Rp14,97 triliun.

"Nanti melihat perkembangan kalau banyak permintaan bisa ditambah," ujarnya di Jakarta, Jumat (21/9/2012).

"Ruang upsize ada tapi belum ditetapkan," tuturnya menambahkan. Pemerintah menetapkan besar kupon ORI009 sebesar 6,25%, dengan minimum pemesanan Rp5 juta serta maksimum pemesanan Rp3 miliar.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman pemerintah dari penerbitan ORI beberapa tahun terakhir, respon investor ritel sangat positif.

"Salah satu fitur yang membedakan ORI009 dengan seri-seri ORI sebelumnya adalah diterapkannya minimum holding periode (MHP) selama periode kupon pertama ORI009," katanya.

Pemerintah menunjuk 22 agen penjual ORI009 yang terdiri dari 17 bank dan 5 perusahaan sekuritas. Adapun agen penjual ORI009 adalah 17 bank dan 5 sekuritas, yaitu Citibank NA, Bank ANZ Indonesia, Bank Bukopin, BCA, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon, BII, Bank Mandiri, BNI, Bank OCBC NISP, Bank Panin, BPD Jabar dan Banten, Bank Permata, BRI, Bank UOB Indonesia, Standard Chartered Bank, HSBC, Danareksa Sekuritas, Mega Capital Indonesia, Reliance Securities, Trimegah Securities dan Valbury Asia Securities. [ast]

Tag :

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.