Kamis, 28 Agustus 2014 | 10:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ketika Pisang Diubah Menjadi Uang
Headline
Ida Widyastuti - IST
Oleh: Seno Tri Sulistiyono
ekonomi - Minggu, 23 September 2012 | 15:20 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Melihat potensi alam yang melimpah, perempuan asal Demak ini sukses dengan berbisnis dan mempunyai toko yang bernama Roemah Snack Mekarsari.

Ida Widyastuti memulai usaha jualan kripik pisang sejak 10 tahun silam dengan bermodal Rp600 ribu. “Awal usaha dari tahun 2002 dan saya melihat kripik pisang merupakan makanan tradisonal serta banyak bahannya sehingga saya memutuskan berbisnis kripik pisang,” katanya melalui surat elektronik kepada INILAH.COM, Sabtu (22/9/2012).

Roemah Snack Mekarsari yang merupakan tempat penjualan berbagai aneka makanan kripik dari bahan pisang maupun cemilan tradisonal lainnya. Ida menamakan tokonya seperti itu agar pembeli merasa berada di rumah sendiri dan terlebih bentuk dari Roemah Snack Mekarsari tidak seperti toko, melainkan berbentuk rumah tinggal.

Berpusat dijalan Pondok Jati, Sidoarjo, Jawa Timur, kini sudah banyak memiliki cabang dua cabang di wilayah Sidoarjo sendiri dan Dempasar. Walaupun, hanya dua cabang, Roemah Snack Mekarsari juga giat memasarkan produknya kemasyarakat luas, seperti di berbagai daerah pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Irian dan Sulawesi. “Cabang baru dua di Krian Sidoarjo dan Dempasar Bali, dan penjualan kami juga sampe keluar negeri Malaysia dan Singapura,” tuturnya.

Roemah Snack Mekarsari yang saat ini memiliki karyawan sebanyak 80 orang dalam sehari bisa menghasilkan ratusan produk cemilan kripik pisang dan produk utamanya kripik pisang agung dan opak pisang. Kedua produk utama tersebut, paling banyak diburu masyarakat dan menjadi andalan Roemah Snack Mekarsari.

Selain fokus berbisnis dalam penjualan, Roemah Snack Mekarsari juga menjadi payung bagi puluhan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam memasarkan produknya. “Banyak UKM binaan kita yang produknya kita tampung, untuk dipasarkan ke daerah pemasaran Mekarsari,” ucapnya.

Selama Roemah Snack Mekarsari berdiri, Ida mengakui kendalanya saat menghadapai permintaan pelangggan yang meningkat ketika hari raya Idul Fitri dan dalam memasarkan produk baru. “Produk kita kan hand made jadi saat permintaan banyak, kita harus kerja keras untuk memenuhi permintaan tersebut dan mengantisipasi dengan membuat stok,” katanya. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER