INILAH.COM, Jakarta – Berada di area Monumen Nasional (Monas) pada malam hari kini jauh berbeda. Adanya sistem baru pencahayaan, telah membuat tugu kebanggaan Jakarta ini terang benderang jika dilihat dari sudut mana pun.
Ya. Monas kini menggunakan teknologi Light Emitting Diode (LED). Dengan sistem baru tersebut, maka Monas akan tampak bersinar di malam hari. Namun, jangan khawatir, meski menggunakan lampu dengan cahaya warna-warni, energi yang digunakan tetap hemat.
Tata cahaya yang memikat ini menguntungkan pengunjung Monas, karena dapat menjadi alternatif tujuan wisata di malam hari. Namun tidak semua pencari nafkah di area Monas mendapat berkahnya.
Misalkan saja Anto, yang berprofesi sebagai fotografer. Ia mengakui, lampu yang terang benderang tersebut membuat pemandangan di Monas saat ini jauh lebih cantik,
“Obyek Monas pun sekarang lebih terlihat, pemandangannya jauh lebih bagus karena disinari lampu yang terang," ujarnya kepada INILAH.COM.
Ia pun menuturkan, penghasilannya kini bertambah, karena pengunjung Monas yang biasanya memilih pagi atau sore hari, kini banyak juga yang datang di malam hari. “Mereka memanfaatkan cahaya yang terang tersebut untuk foto,”katanya.
Sementara Salimah, pedagang sayur pecel kangkung asal Indramayu ini mengatakan, dirinyatidak diuntungkan dengan pemasangan lampu LED. Pasalnya, ia harus menutup dagangannya ketika pengunjung mulai ramai berdatangan, "Monas itu hanya buka sebentar, jam 8 pagi sampai jam 3 sore. Dengan sedikit waktu itu, kita jualnya tidak bisa maksimal,” tuturnya.
Berdagang dikawasan Monas sebenarnya dari segi pemasukan sangat bagus. Karena, hanya bermodalkan Rp50 ribu untuk membeli sayuran dan bumbu, ia bisa mendapat pemasukan hingga 200 ribu. "Kalau lagi ramai Sabtu atau Minggu bisa dapat pemasukan lebih dari 200 ribu lebih, tapi kalau hari biasa yang paling kecil 100-150 ribu," katanya.
Namun, imbuhnya, saat ini pengunjung lebih memilih datang di sore hari, karena lebih suasananya lebih teduh ketimbang siang hari yang panas. “Mereka juga memilih sore agar bisa melihat Monas yang sekarang warna-warni kalau malam," ujarnya.
Diah, salah seorang pengunjung asal Bekasi berharap, pemerintah kota bisa lebih mengapresiasi keinginan masyarakat. "Saya yakin masyarakat banyak yang ingin mengunjungi di sore hari atau malam hari. Mungkin karena faktor keamanan, jam kunjungan dibatasi. Tapi paling tidak sampai jam 9 malamlah," ucapnya.
Menurutnya, Monas bisa menjadi kawasan ekonomi kreatif, bukan saja sebagai obyek wisata asal dikelola dengan baik dan benar. Misalkan saja dengan menata pedagang keliling di kawasan Monas, serta menambah jam operasional kunjungan Monas. “Selama ini kan banyak pengunjung yang kecewa ketika sore baru datang, tapi jam operasional sudah ditutup sore hari," ujar Mahasiswi Fakultas Komunikasi UPI YAI Jakarta. [ast]