Sabtu, 25 Oktober 2014 | 15:41 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Eceng Gondok di Tangan Ratu Hasanah
Headline
inilah.com/Seno Tri Sulistiyono
Oleh: Seno Tri Sulistiyono
ekonomi - Minggu, 30 September 2012 | 19:06 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi dan dapat merusak lingkungan perairan sehingga kerap disebut gulma. Namun, siapa sangka, dengan pengolahan sederhana, tanaman ini mampu menghasilkan omset jutaan rupiah.

Sebut saja Ratu Hasanah. Perempuan asal Kalimantan ini mengaku sudah hampir setahun bergelut dalam kerajinan eceng gondok. Kisahnya berawal dari pertemuannya dengan Lina, seorang pengrajin eceng gondok asal Yogyakarta yang kebetulan sedang berlibur ke daerahnya.

Ketika itu, Lina melihat banyak tumbuhan air mengapung di Kalimantan yang dibiarkan begitu saja. Ia pun tergerak untuk menularkan kemampuannya mengolah eceng gondok kepada kaum perempuan disana yang kebanyakan bekerja sebagai petani. Apalagi hasilnya bisa untuk menambah penghasilan.

“Ibu Lina yang mengajarkan kami. Katanya, sayang juga kalau bisa diolah, kenapa dibiarkan beitu saja eceng gondoknya,”tutur Ratu Hasanah kepada INILAH.COM.

Perempuan dua anak ini pun melihat, tidak ada salahnya mengambil kesempatan itu. Apalagi tanaman eceng gondok cukup banyak di daerahnya,” Sehingga kami pun mencoba membuat kerajinan dari eceng gondok," katanya saat acara pameran UKM di Jakarta Convention Center.

Sejak Desember 2011, Ratu dan 24 perempuan Kalimantan lainnya baru memulai kerajinan eceng gondok, namun pemasarannya hingga kini sudah merambah keluar negeri.

Dalam memasarkan produk yang dihasilkannya, mereka mengandalkan jasa perusahaan PT Adaro Indonesia yang merupakan payung mereka dalam berbisnis. "Penyalurannya kami melalui Adaro, mereka yang memasarkan produk kami, kan kalo kami sendiri gak bisa," tuturnya sambil membuat anyaman untuk tempat sampah.

Mengenai omset yang diterima, Ratu mengakui dalam sebulan bisa memperoleh sekitar Rp1 juta. Namun, hal ini tergantung dari produk yang dihasilkannya, jika Ratu bisa menghasilkan produk anyaman eceng gondok yang banyak, maka penghasilannya pun semakin banyak.

Produk yang dihasilkan 25 wanita ini sangat beragam, mulai dari tatakan gelas, tempat tisu, karpet, topi hingga bangku dan bantal. "Ada banyak, sekitar 15 jenis yang kami hasilkan dan setiap orang bebas mau bikin apa," ucapnya.

Bela, adalah pembeli tempat sampah dari eceng gondok. Menurutnya, karya yang dihasilkan para perempuan Kalimantan ini sangat unik dan jarang ditemui di Jakarta, ”Unik dan anyamannya juga rapih sehingga saya tertarik membelinya,” katanya sambil melihat-lihat produk eceng gondok lainnya.

Mengenai harganya, Ratu mengungkapkan mulai dari Rp30 ribu sampai Rp6 jutaan. Harga itu sesuai dengan ukuran dan lama pengerjaannya, jika seperti kursi, bisa memakan waktu hingga sebulan. Mulai dari pengeringan eceng gondol hingga pengerjaaanya. "Pengeringan si tiga hari dan biasanya kami sekali mengeringkan banyak dan setiap hari kalau cuaca bagus," tuturnya. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER