Sabtu, 20 September 2014 | 20:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Air Asia Yakin Mampu Kalahkan Malindo
Headline
inilah.com/Syamsuddin Nasoetion
Oleh: Derek Manangka
ekonomi - Sabtu, 29 September 2012 | 15:16 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM.Jakarta - Persaingan di bisnis penerbangan Asia Tenggara, semakin bertambah ketat. Baru beberapa minggu Air Asia, memindahkan markas besar perusahaannya ke Jakarta, Lion Air, perusahaan swasta Indonesia yang berbasis di Jakarta, membentuk aliansi baru dengan Malaysia Airlines. Lahirlah perusahaan penerbangan baru, Malindo yang berpusat di Kualalumpur.

Bagaimana reaksi Tony Fernandes, CEO Air Asia atas berdirinya perusahaan baru itu? Maukah dia berafiliasi atau apa sikap dan strateginya dalam menghadapi persaingan baru tersebut?

"Kalau untuk berafiliasi, saya tidak tahu. Apakah mereka mau. Juga saya belum tahu apakah akan ada afiliasi," kata Tony Fernandes menjawab pertanyaan wartawan di forum Jakarta Foreign Correspondent Club, Jumat (28/9/2012).

"Tapi kalau mereka mengajak Air Asia untuk bersaing, saya atau Air Asia adalah binatangnya (baca jago-nya)", jawabnya. "Kami siap menerkam Malindo," katanya.

Yang membuat ia yakin mampu mengalahkan Malindo antara lain karena konsep tarif murah dalam industri penerbangan merupakan andalan Air Asia. Sampai saat ini sudah lebih dari 10 tahun Air Asia menerapkannya dan belum ada penerbangan yang bisa menyamai apalagi menyainginya.

Menurut Fernandes, ia selalu terobsesi mengerjakan apa yang orang lain lihat tidak punya potensi. Ketika melebarkan sayapnya di Indonesia, kota tujuan dari Kualalumpur yang dipilih Tony Fernandes adalah Bandung, Jawa Barat. "Saya ditanya mengapa Bandung yang dipilih, saya jawab, kita lihat saja. Dan ternyata pilihan itu tidak salah", ujarnya.

Di kota Bandung itu pula ia menemukan berbagai potensi bisnis yang masih bisa dikembangkan. Dan penglihatannya tentang potensi bisnis penerbangan di Indonesia, demikian besar.

Ketika Bali dihindari oleh hampir semua maskapai penerbangan internasional pasca-terjadinya Bom Bali, Air Asia satu-satunya penerbangan yang mampu membawa 500 ribu penumpang ke pulau Dewata itu.

"Setiap hari kantor saya didatangi penumpang untuk membatalkan perjalanan mereka ke Bali. Saya yakin, tolong jangan batalkan. Terbanglah ke Bali. Asal anda mau, saya kasih gratis," tuturnya.

Fernandes memperkenalkan sebuah konsep, selain harga tiket murah juga bonus gratis. "Ketika anda memberikan hadiah gratis kepada seseorang, orang yang sama akan menceritakan hal yang baik itu berulang-ulang kepada ribuan sahabatnya. Dan inilah yang terjadi pada Air Asia...". kata bekas Disc Jockey yang kini berubah menjadi salah seorang konglomerat di Asia. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER