Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 16:19 WIB

Majalah InilahREVIEW Edisi ke-08 Tahun II

Dwi Soetjipto, Kiprah Sang Pendekar Semen

Oleh : Hideko | Senin, 22 Oktober 2012 | 11:05 WIB

Berita Terkait

Dwi Soetjipto, Kiprah Sang Pendekar Semen
Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Semen Gresik - ist

BISA dibayangkan, apa yang dirasakan seorang direktur utama ketika perusahaan yang dipimpinnya dikelompokkan sebagai superstar. Bangga bercampur senang, tentunya.

Itulah kira-kira yang dirasakan oleh Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Semen Gresik. Apalagi pujian itu disampaikan langsung oleh Dahlan Iskan, Menteri BUMN, dalam acara pertemuan antara direksi dan komisaris seluruh BUMN dengan presiden di Yogyakarta, dua pekan lalu.

Digolongkan sebagai superstar BUMN, itu artinya Semen Gresik selevel dengan Pertamina, Bank Mandiri, BRI dan juga Garuda Indonesia. Dibawah kepemimpinan Dwi, Semen Gresik terus menggeliat menjadi raksasa semen. Tidak hanya di dalam negeri tapi juga di seantero Asia Tenggara.

Saat ini kapasitas produksi BUMN ini sudah mencapai 26 juta ton per tahun, mengalahkan produski Siam Cement yang hanya 23 juta ton. Selama ini pabrik semen asal Thailand itu merupakan raja semen di kawasan Asia Tenggara.

Bungahnya hati Dwi terus berlanjut. Dua hari setelah pertemuan akbar itu, pabrik baru Semen Gresik (Semen Gresik IV) yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur, diresmikan pengoperasiannya. Pabrik yang dibangun dengan investasi sebesar Rp 3,18 triliun ini sebenarya sudah mulai berproduksi sejak Juli lalu. Hebatnya, seluruh dana untuk membangun pabrik itu berasal dari kas internal.

Pabrik yang menyerap tenaga kerja sebanyak 3.900 orang ini mampu memproduksi semen sebanyak 3 juta per tahun. Dengan tambahan kapasitas produksi dari Semen Gresik IV itulah yang menjadikan Semen Gresik mampu menggeser posisi Siam Cement.

Posisi ini tampaknya bertahan cukup lama. Soalnya, saat ini Dwi tengah mempersiapkan pembangunan pabrik semen di Tonasa yang memiliki kapasitas produksi sebesar 3 juta ton. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan pabrik di Padang dan Rembang.

Kendati telah menjadi pemain utama di industri semen, namun tantangan yang dihadapi Dwi akan semakin berat. Soalnya, dalam waktu dekat, beberapa pemain asing akan masuk ke Indonesia. Di antaranya dari China yang punya dana cukup besar.

Di bawah kendali Dwi, kinerja Semen Gresik terus meningkat. Hingga semester I-2012, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp2,1 triliun atau naik 12,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu terjadi seiring dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 13,83%, dari Rp 7,61 triliun menjadi Rp8,66 triliun.

Bisnis dan pencak silat

Ternyata tak hanya piawai mengurusi bisnis skala besar. Dwi pun tergolong sukses mengelola koperasi. Tahun lalu ia memperoleh penghargaan dari pemerintah berupa Satya Lencana Pembangunan di bidang pembinaan koperasi usaha kecil dan menengah (UKM). Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) saat ini tercatat menjadi koperasi terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah anggota 6.000 orang, dan mencatat total sales Rp 1,4 triliun.

Menjadi nakhoda di Semen Gresik sejak 2005, Dwi dikenal sebagai pejabat yang ramah dan murah senyum. Biar pun memiliki tubuh kecil, tapi jangan coba-coba iseng dengannya. Soalnya, pria kelahiran Surabaya 10 November 1955 ini menguasai berbagai jurus silat. Seni beladiri tradisional ini baginya bukan hanya sekedar olahraga. "Strategi bela diri itu bisa diterapkan di dunia bisnis yang keras dan penuh tantangan," katanya.

Karena tergolong pintar, selama di sekolah Dwi harus memberikan contekan kepada teman yang memintanya. Jika tidak, maka kepalanya akan dipukuli. Perlakukan ini membuat Dwi tidak mau hanya berpangku tangan dengan hanya menjadi anak "baik". Karena itu, ia pun memutuskan untuk belajar bela diri. "Karena tubuh saya kecil, untuk menghadapi mereka, saya harus belajar bela diri. Saya pilih silat karena cocok dengan tubuh saya," katanya.

Hakikatnya, menurut Dwi, pertempuran terjadi di mana-mana. Termasuk di dunia bisnis. Itu sebabnya, dalam bisnis pun diperlukan semangat pantang menyerah. Nah, olahraga bela diri bisa melatih sensitivitas seseorang terhadap sinyal-sinyal persaingan bisnis.

Dwi Soetjiptomulai bergabung dengan Semen Gresik Grup pada 1981. Pengalamannya dalam industri semen cukup luas. Tilik saja, sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Litbang Semen Padang (1990-1995), Direktur Litbang Semen Padang (1995-2003), dan Direktur Utama Semen Padang (2003-2005). Ia pun pernah menjabat Komisaris Utama PT Igasar (1998-2003). Sementara Koordinator Bidang Diklat dari Institut Semen dan Beton Indonesia dijabatnya dari 2.000 hingga sekarang.

Penggemar Kahitna ini meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Andalas, Padang. Sementara gelar Sarjana Teknik Kimia diperoleh dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-08 Tahun II, yang terbit Senin 22 Oktober 2012. [tjs]

Komentar

x