Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 Maret 2015 | 05:26 WIB
Hide Ads

Asosiasi Nikel Nilai Permen ESDM No 7 Cacat Hukum

Oleh : Tio Sukanto | Senin, 5 November 2012 | 11:30 WIB
Asosiasi Nikel Nilai Permen ESDM No 7 Cacat Hukum
ani.or.id

INILAH.COM, Jakarta - Asosiasi Nikel Indonesia (ANI) dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) akan melakukan kesepakatan dengan pemda dan instansi terkait, tentang tata niaga ekspor mineral.

Hal ini dilakukan pascaputusan Mahkamah Agung (MA) tentang peningkatan nilai tambah melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral yang dinilai cacat hukum.

"Bagi kami, Permen tersebut (Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2012 tentang pengolahan dan pemurnian mineral) menyalahi Undang-undang No 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah dan Undang-undang No 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara," kata Ketua ANI, Shelby Ihsan Saleh di Jakarta, Senin (5/11/2012).

Menurut Shelby, dalam UU otonomi daerah kewenangan perijinan pengololaan sumber daya alam termasuk pertambangan berada ditangan pemerintah kabupetan/kota, bukan dipemerintahan pusat. Selain itu, dalam pasal 8 UU Minerba juga menyatakan kewenangan mengeluarkan izin usaha pertambangan (IUP) ada ditangan pemerintah kabupaten/kota.

"Dalam UU Minerba, pelarangan ekspor bahan mineral ke luar negeri mulai diberlakukan tahun 2014, bukan pada 2012 ini. Karena hal itu, kami mengajukan hak uji materiil atas ketidaksesuaiaan antara Permen ESDM No 7 Tahun 2012 dengan kedua UU tersebut," kata Shelby.

Terkait terkabulnya putusan MA tersebut atas nama asosiasi tidak menolak atas kebijakan hilirisasi industri tambang. "Kami akan mempersiapkan diri lebih matang lagi, sehingga pada tahun 2014 kita bisa mengolah sendiri hasil tambang dan tidak lagi mengekspor bahan mentah lagi," katanya.

Pasca terbitnya Permen ESDM No 7 tersebut dunia pertambangan di tanah air sempat lesu dan tak bergairah, karena sejak Mei 2012 sudah tidak bisa ekspor bahan mineral lagi. [ast]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.