Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 30 Agustus 2015 | 12:56 WIB
Hide Ads

Kasus Oknum DPR Pemeras BUMN

Dirut Merpati Plin Plan?

Oleh : Seno Tri Sulistiyono | Kamis, 29 November 2012 | 13:06 WIB

Berita Terkait

Dirut Merpati Plin Plan?
Menteri BUMN Dahlan Iskan - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku tidak mengetahui keterangan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airline Rudy Setyopurnomo, yang mengganti-ganti laporan nama oknum anggota DPR pemeras BUMN ke Badan Kehormatan (BK) DPR.

"Saya belum mendengarnya dan saya belum ketemu beliau. Nanti, saya akan ketemu beliau saja, apa betul begitu," kata Dahlan di gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Menurut Dahlan, Rudy tidak pernah memberitahu sebelumnya mengenai revisi nama oknum anggota DPR pemeras BUMN dan kabar perubahan nama yang beredar berasal dari pihak luar, bukan Dirut Merpati.

"SMS yang dikirimkan kepada saya, mengatakan bahwa dia tetap pada pendapatnya yang lama, nah yang mengatakan beda itu kan orang lain," ujarnya.

Sikap Rudy yang berubah-ubah dalam memberikan laporan ke BK DPR, sangat disesalkan Dahlan karena tidak konsisten dalam memberikan laporan berbada kepada BK DPR dan dirinya.

"Setelah beliau dari BK kemarin itu, kemudian sms saya bahwa sikap atau keterangannya, sama dengan apa yang selama ini disampaikan kepada saya. Tetapi karena ada informasi seperti ini, saya akan coba kofirmasi ke dia (Rudy)," tuturnya.

Seperti diketahui, Rudy memberikan nama oknum anggota DPR pemeras BUMN ke Dahlan, yang kemudian diteruskan ke BK DPR. Nama pertama yang diserahkan itu, Komisi XI Andi Timo Pangerang dan Mumammad Ichlas El Qudsy.

Namun, nama tersebut ternyata direvisi, karena tidak terlibat. Lalu Rudy kembali melaporkan Muhammad Hatta dari Fraksi PAN sebagai pengganti kedua nama tersebut. Namun, Rudy merevisi kembali nama terakhir yang dilaporkan Dahlan. [ast]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.