Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 2 Februari 2015 | 04:07 WIB
Hide Ads

Kadin: Penangguhan UMP Picu Kecemburuan Industri

Oleh : Ranto Rajagukguk | Kamis, 29 November 2012 | 18:42 WIB
Kadin: Penangguhan UMP Picu Kecemburuan Industri
Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah telah menangguhkan ketetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta sebesar Rp 2,2 juta bagi tiga sektor industri padat karya yaitu tekstil, garmen, dan alas kaki.

Namun Kadin menilai penangguhan ini akan memicu kecemburuan bagi sektor industri lain. Mekanisme tripartit harus dijalankan dan diadakan kembali.

"Banyak menurut sektor industri, dan beberapa sejumlah pengusaha lain, bisnisnya merupakan padat karya (labour insentif). Jadi ketetapan penangguhan ini tentu harus dibicarakan kembali baik dari pemerintah, pengusaha, dan buruh," kata Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto dalam konfrensi pers di Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Dia menambahkan situasi iklim tenaga kerja perlu dibentuk selaras dengan kegiatan sektor industri. Pihaknya, berharap masing-masing aspirasi baik dari pengusaha dan buruh diperhatikan oleh pemerintah.

Sedangkan, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi), Adhi S. Lukman menuturkan, penangguhan pada tiga sektor industri sesungguhnya tidak mudah dijalankan. Pasalnya, klausul dalam undang-undang (UU) yang berkaitan dengan penangguhan ini justru menyulitkan pengusaha.

"Ketiga sektor ini hampir sebagian besar merupakan industri kecil menengah. Sementara dalam klausul UU penangguhan, industri dituntut menyerahkan laporan keungan setiap dua tahun sekali," kata dia.

Dia menambahkan, prakteknya, penangguhan ini justru memberikan disinsentif bagi tiga bidang industri tersebut. "Untuk berproduksi saja sudah kesulitan, gimana mau bikin laporan keungan untuk di audit," tutur dia.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

62908

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.