Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 29 Maret 2015 | 10:04 WIB
Hide Ads

Harga CPO 2013 Bakal Membaik

Oleh : Trijuli Sukaryana | Jumat, 30 November 2012 | 14:36 WIB
Harga CPO 2013 Bakal Membaik
inilah.com/Nury Sybli

INILAH.COM, Nusa Dua Kabar baik berhembus untuk pelaku usaha kelapa sawit. Sebab, harga minyak sawit mentah (CPO) yang terjun bebas belakangan ini, akan mulai terangkat kembali di awal tahun depan.

Direktur Eksekutif ISTA Mielke GmbH Jerman, Thomas Mielke memprediksi permintaan CPO dari China dan India akan tetap tinggi di awal 2013. India sendiri akan tetap menjadi importir terbesar CPO dari Indonesia.

Permintaan dari India akan meningkat dari 7,6 juta ton menjadi sekitar 8,1 juta ton. Sedangkan permintaan dari China akan mencapai 6,3 juta ton. "Karena itu harga CPO akan naik hingga US$1.100 per ton mulai awal hingga pertengahan tahun depan," ujarnya dalam 8th Indonesian Palm Oil Conference and 2013 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, Jumat (30/11/2012).

Hal senada juga disampaikan ekonom Xu Jianfei dari Chinatex Grains & Oil Imp. & Exp. Co., Ltd. Menurutnya, kenaikan itu juga ditunjang oleh tingginya permintaan dari Pakistan. Sebab, Pakistan merupakan salah satu negara yang memilih CPO ketimbang minyak nabati lain. "Permintaan dan penawaran minyak nabati tetap akan tergantung pada CPO."

Untuk tahun pemasaran 2012-2013 yang dimulai pada 1 Oktober lalu, permintaan CPO di pasar global akan naik sekitar 4 juta ton. Jumlah itu melampaui pertumbuhan pasokan yang hanya mencapai 3,2 juta ton

Menurut Mielke, pasokan terbesar CPO di pasar dunia masih akan dipenuhi dari Malaysia dan Indonesia. Jumlahnya mencapai sekitar 42,6 juta ton atau 58% dari total ekspor oils and fats dunia.

Selama 2013, produk CPO Indonesia diperkirakan akan mencapai 29,5 juta hingga 30 juta ton. Sedangkan produk CPO Malaysia mencapai 19 juta ton. "Produksi melimpah karena minimnya gangguan cuaca. Produksi pada September hingga Desember tahun ini bahkan mungkin bisa mencapai rekor tertinggi bulanan di kedua negara," papar analis perminyakan dari Godrej International Ltd, Dorab Mistry.

Namun demikian, kenaikan itu tidak akan berlangsung lama. Sebab, di pertengahan tahun 2013, harga akan kembali menurun. Sebab, produksi dari Malaysia dan Indonesia tengah melimpah. Kondisi ini menyebabkan pasokan bertambah banyak sedangkan permintaan tidak berubah.

"Akibatnya mulai pertengahan tahun 2013 atau pada Juni, harga akan turun lagi karena terlalu banyak produk,"ujarnya. [ast]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.