Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 Mei 2015 | 20:37 WIB
Hide Ads

Pemerintah Canangkan Swasembada Susu Pada 2020

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 8 Desember 2012 | 20:09 WIB
Pemerintah Canangkan Swasembada Susu Pada 2020
Wakil Mentri Pertanian Rusman Heriawan - inilah.com

INILAH.COM, Purwokerto - Pemerintah akan mengupayakan swasembada susu pada 2020.Hal ini menyikapi tingginya impor susu, yang mencapai angka 75%.

"Konsumsi susu pada 2012 sebesar 16,4 Liter per kapitapertahun. " kata Wakil Mentri Pertanian Rusman Heriawan, Sabtu (8/12/2012).

Sedangkan pada 2011,konsumsi susu mencapai 12,85 liter susu per kapitaper tahun, naik tipis dibanding 2010 yang mencapai 11,95 liter susu per kapita per tahun.

Kendati angka konsumsi susu terus meningkat, sayangnya, sebagian besar atau 75% kebutuhan susu domestik, berasal dari impor. Untuk itulah, pemerintah berencana menggiatkan swasembada susu.
Salah satu caranya adalah denganmenggenjot sentra pemeliharaan sapi perah, yang kini baru mencapai 6000 ribu ekor."Peningkatan susu sapi yang ideal adalah jumlah sapi perah mencapai 2 juta. Jumlah yang sebesar itu akan mencukupi kebutuhan susu nasional" katanya.

Rusman pun berharap,hasil sapi uji Zuriat kedepannya bisa meningkatkan produktivitas susu sapi perah Indonesia. Uji zuriat sapi perah nasional adalah salah satu metode untuk mengukur kemampuan genetik ternak sapi peran jantan melalui pengukuran produksi anak betinanya. Uji zuriat sapi perah berlangsung 7 tahun di Balai Besar pembibitan Ternak Unggul Sapi Perah Baturraden (BBPTU).

"Upaya produktivitas susu segar dengan pemeliharaan bibit unggul pejantan dan betina. Kita memerlukan pejantan unggul untuk menghasilkan anak sapi perah yang unggul. Supaya pembuahan turut unggul. Keduanya diperlukan sebagai upaya tindak lanjut peningkatan populasi sapi perah.

[ast]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.