Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 4 Juli 2015 | 20:36 WIB
Hide Ads

Majalah InilahREVIEW Edisi ke-20 Tahun II

APBN Belum Jalan, Sudah Defisit

Oleh : Latihono, Iwan, Vinsensius, Ma | Senin, 14 Januari 2013 | 07:06 WIB
APBN Belum Jalan, Sudah Defisit
inilah.com

SETIAP rupiah melemah Rp 100 per dolar AS, berapa tambahan defisit dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)? Kata anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam, tambahan defisitnya bisa mencapai Rp 2,02 triliun sampai Rp 2,46 triliun.

Kini, rupiah sudah berada di angka Rp 9.800. Padahal, dalam APBN 2013 pemerintah mematok nilai tukar rupiah pada Rp 9.300 per dolar AS. Jadi, angka yang dipasang di APBN 2013 itu sudah meleset Rp 500 per dolar AS. Itu artinya, dengan selisih seperti itu, ada tambahan defisit ke APBN 2013 sebesar Rp 10 triliun lebih.

Ironisnya, APBN 2013 itu belum berjalan, tapi defisit sudah ada di depan mata. Bahkan, sebelum memasuki tahun 2013, APBN sudah digelayuti pembekakan sampai Rp 70 triliun. "Belum mulai saja tapi sudah terjadi pembengkakan Rp 70 triliun. Ini terus berubah karena nilai tukar, harga minyak, dan penerimaan negara bergerak terus," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Desember lalu.

Dalam APBN 2013, kuota BBM bersubsidi dipatok sebesar 46,01 juta kiloliter. Banyak kalangan memprediksi, jatah sebesar itu akan jebol kembali seperti tahun lalu. Sebab, jumlah kendaraan bermotor terus bertambah saban bulan dan masih banyaknya penyelundupan BBM bersubsidi. Apalagi, jatah BBM bersubsidi sebesar itu cuma menambah 800 ribu kiloliter dari 45,2 juta kiloliter yang dikucurkan tahun lalu.

Itu artinya, anggaran tahun ini bakal tambah membengkak. Namun, Agus yakin pemerintah dapat menjaga defisit sesuai target APBN 2013, yakni 1,65%.

Ya, kita lihat saja.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-20 yang terbit Senin 14 Januari 2013. [tjs]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.