Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 06:40 WIB

Menpera: Rumah Layak Huni di Papua Masih Kurang

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 30 Januari 2013 | 19:19 WIB
Menpera: Rumah Layak Huni di Papua Masih Kurang
Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz - inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menyatakan, kebutuhan rumah layak huni di Papua dan Papua Barat saat ini masing-masing 51.262 unit dan 88.966 unit.

Berdasarkan data yang ada di Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tahun 2010, kekurangan rumah di Papua dan Papua Barat masing-masing sebesar 51.262 unit dan 88.966 unit rumah yang tersebar di sejumlah kota di wilayah tersebut.

"Kekurangan rumah di Papua dan Papua Barat dari data Kemenpera berjumlah masing-masing 51.262 unit dan 88.966 unit. Tentunya kebutuhan rumah layak huni di dua daerah tersebut sangat besar," ujar Menpera dalam Seminar Nasional tentang Penyediaan Perumahan dan Permukiman Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat di kantor Sekretariat Wakil Presiden Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Lebih lanjut, Menpera menerangkan, kebutuhan rumah di provinsi paling timur Indonesia tersebut tersebar di enam wilayah yakni Kota Sorong, Kota Jayapura, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Puncak Jaya, dimana dua daerah terakhir tersebut berada di daerah dataran tinggi dan pegunungan.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat di Papua dan Papua Barat, imbuhnya, Menpera berharap para pengembang bisa ikut membangun rumah yang dapat dijual kepada masyarakat dengan kriteria tertentu. Dalam hal ini, Kemenpera juga akan memberikan bantuan kredit ringan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan kepada masyarakat melalui perbankan sehingga cicilan setiap bulan relatif lebih rendah dari yang seharusnya.

Pola pasokan rumah tersebut hanya dapat dilakukan jika ada calon konsumen dan pengembang yang mau dan mampu membangun serta menjual rumah sederhana dengan bantuan FLPP di Papua dan Papua Barat dengan harga jual paling tinggi Rp145 juta per unit, serta terdapat bank penyalur KPR di kabupaten/ kota setempat.

Komentar

 
x