Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Januari 2015 | 19:03 WIB
Hide Ads

Rekin Garap Proyek FTP 2 PLN

Oleh : Ranto Rajagukguk | Rabu, 27 Februari 2013 | 12:23 WIB
Rekin Garap Proyek FTP 2 PLN
PT. Rekayasa Industri - Ist

INILAH.COM, Jakarta - PT. Rekayasa Industri (Rekin) menegaskan komitmen untuk pembangunan proyek energi listrik. Hal ini sejalan dengan program percepatan pembangkit 10.000 mega watt (MW) tahap kedua (Fast Track Program 2/FTP 2).


Tujuan Rekin mengembangkan usaha ke arah investasi di bidang energi adalah untuk meningkatkan keuntungan kompetitif (competitive advantage). Bentuk komitmen tersebut dengan membangun PLTU Mamuju.

Direktur Utama Rekind M. Ali Suharso menyebutkan, kini pihaknya melakukan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) Independent Power Producer (IPP) Mamuju bersama PT. PLN (Persero)

"PLTU Mamuju adalah proyek pembangunan 2x25 MW berbahan bakar batubara oleh pengembang listrik swasta," kata Ali di kantor PLN Pusat, Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Menurutnya, energi listrik yang akan dihasilkan PLTU Mamuju akan dijual ke PLN. Berdasarkan rencana usaha penyediaan tenaga listrik 2010-2019, PLN bermaksud membeli energi listrik yang dihasilkan pembangkit listrik swasta di kota Mamuju, yang disambungkan dengan sistem jaringan transmisi line 150 kV pada 2015.

Dia juga menyampaikan PLTU Mamuju menggunakan teknologi yang sudah proven dan mampu beroperasi secara efisien dan terus menerus, handal, dan dengan perawatan minimum. PLN akan membeli energi listrik secara Take of Paya dengan Availability Factor minimum 80%. Batubara direncanakan dipasok dari Kalimantan Selatan dan Timur.

"Melalui penandatangan PPA IPP Mamuju, selain mengembangkan expertise EPC, kami juga mengembangkan investasi dalam bidang energi. Dengan demikian akan semakin melengkapi pengembangan bisnis yang bersinergi dengan kuat," kata Ali. [ast]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.