Sabtu, 25 Oktober 2014 | 10:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kebijakan Baru BBM Bersubsidi Keluar Pekan Ini?
Headline
Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi - (Foto: inilah.com)
Oleh: Bastaman
ekonomi - Senin, 25 Maret 2013 | 09:02 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Keputusan penting akan diambil di Denpasar, Bali. Mulai Senin hingga Rabu pekan ini (25–27/3/2013), Komite Ekonomi Nasional (KEN) akan membahas seputar mengatasi persoalan BBM bersubsidi. Dari pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah menteri itu akan dihasilkan rekomendasi soal BBM bersubsidi.

Nah, berdasarkan rekomendasi KEN tersebut, pekan ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengeluarkan pengumuman penting soal BBM. “Setelah didisikusikan bersama anggota kabinet, nanti akan diumumkan kebijakan yang perlu diambil,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, anggota KEN.

Seperti apa kebijakan itu, memang masih masih gelap. Namun dari pertemuan KEN dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya, besar kemungkinan kebijakan yang akan diambil adalah pembatasan konsumsi BBM bersubsidi bagi kendaraan pribadi. “Presiden tampaknya tidak akan menaikan harga BBM,” kata Purbaya.

Kabarnya, KEN juga telah menyiapkan kriteria siapa yang berhak dan tidak untuk mengkonsumsi BBM bersubsidi. Kriteria itu antara lain tahun kendaraan, besarnya kapasitas mesin, dan wilayah yang akan terkena pembatasan BBM subsidi. Lantas, kapan kebijakan pembatasan ini akan diumumkan? “Tergantung hasil di Bali,” kata Purbaya.

Semudah itukah? HS Dillon, Utusan Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan, menyangsikannya. Sebab, sepengetahuannya, beberapa waktu lalu pemerintah lebih cenderung memilih kenaikan harga ketimbang pembatasan konsumsi BBM. “Mungkin April depan diputuskan,” katanya.

Pembatasan BBM memang akan lebih sulit ketimbang menaikan harga. Sebab, seperti dikatakan Umar Juoro, yang juga anggota KEN, pembatasan konsumsi BBM justru akan menimbulkan masalah baru. Mulai disparitas harga, pasar gelap, hingga terjadinya kelangkaan BBM.

Namun soal rencana kenaikan harga BBM ini dibantah Julian Aldrin Pasha, Juru Bicara Presiden SBY. “Presiden memastikan, tidak ada kenaikan harga BBM pada April depan,” katanya. Nada serupa juga dikemukakan Menko Hatta Rajasa dan Menteri ESDM Jero Wacik. “Kenaikan BBM merupakan opsi terakhir yang bakal diambil,” kata Wacik.

Jadi, ada kemungkinan pemerintah akan mengambil kebijakan pembatasan konsumsi BBM oleh mobil pribadi. Menurut Purbaya, jika pembatasan didasarkan pada kriteria tadi, besar kemungkinan kebijakan BBM baru akan terbit Juni. Tapi, jika pembatasan diterapkan kepada semua mobil pribadi, maka kebijakan BBM bisa turun April depan.

Kalau melihat kondisi APBN, pemerintah agaknya akan mengambil kebijakan pembatasan BBM bagi semua kendaraan pribadi. Soalnya, kosumsi BBM bersubsidi selama Januari Februari 2013 sudah melebihi kuota bulanan. Bahkan selama 37 hari pertama 2013 subsidi BBM telah mencapai Rp40 triliun. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER