Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 4 Agustus 2015 | 16:42 WIB
Hide Ads

Kemenperin: Peneliti Dukung Daya Saing Industri

Oleh : Ranto Rajagukguk | Selasa, 9 April 2013 | 15:01 WIB
Kemenperin: Peneliti Dukung Daya Saing Industri
kepala Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim danMutu Industri, BPKIMI, Kemenperin, Arryanto - kemenperin.go.id

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta kepada seluruh stakeholder untuk meningkatkan peran peneliti dalam mendukung program pengembangan daya saing industri dalam negeri.

Negara-negara maju telah menyadari peran peneliti dalam mengembangkan daya saing industri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga mampu mensejahterakan rakyat. "Sebagai bangsa yang ingin maju, membutuhkan inovasi yang dapat diaplikasi," kata kepala Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri, BPKIMI, Kemenperin, Arryanto Sagala dalam acara pameran hasil litbang industri di Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Arryanto menambahkan, melalui 11 balai besar dan 11 balai riset dan standarisasi industri yang tersebar di wilayah Indonesia telah dikembangkan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas produk. Fasilitas ini diharapkan untuk dapat dikembangkan para peneliti.

"Para peneliti sejak awal perlu bekerja sama dengan dunia usaha dan meminimalkan jumlah energi yang digunakan dalam proses produksi. Para peneliti harus mensubtitusi ketergantungan impor bahan baku atau bahan penolong dari berbagai kelompok industri, sesuai kompetensi balainya dalam rangka menghemat devisa negara," tuturrnya.

Dia juga menjelaskan, untuk mengurangi dominasi produk impor di pasar dalam negeri, telah dicanangkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang tertuang dalam Inpres No.2/2009.

"Pelaksanaan program P3DN mengalami kendala karena pola pikir masyarakat masih import minded dan beranggapan bahwa produk impor masih lebih baik dari produk dalam negeri. Produk impor dinilai memiliki kualitas yang lebih baik dan harganya lebih murah," ujarnya.

Untuk itu, pemerintah perlu menekan kegiatan importasi dengan melakukan substitusi produk yang mampu berkompetisi dengan produk yang beredar di dalam negeri. [hid]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.