Selasa, 2 September 2014 | 01:32 WIB
Follow Us: Facebook twitter
KKP Intensif Atur Introduksi Ikan Asing
Headline
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo - kkp.go.id
Oleh: Tio Sukanto
ekonomi - Rabu, 17 April 2013 | 14:38 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan upaya pengaturan introduksi ikan asing di Indonesia, untuk mencegah terjadinya kepunahan spesies atau jenis ikan asli lokal.

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo ketika membuka seminar internasional tentang ancaman spesies asing invasif terhadap kelestarian sumberdaya ikan di Indonesia di Kantor KKP Jakarta, Rabu (17/4/2013).

"Harus kita menata dengan benar, agar ikan kita tetap lestari dan tetap berproduksi, terutama dari invasi ikan asing," kata Sharif.

Menurut Sharif, Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi konvensi keanekaragaman hayati atau Convention on Biological Diversity (CBD) melalui undang-undang No. 5 tahun 1994, berkewajiban untuk melakukan usaha menghindari introduksi spesies asing invasif atau Invasive Alien Species (IAS) hidup dan keanekaragaman spesies asli.

Dalam hal sumberdaya alam hayati perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup sebagai focal point pelaksanaan ketentuuan tentang CBD di Indonesia, telah memberikan mandat kepada KKP, khususnya terkait penanganan dan pengelolaan Species Asing Invasif (SAI) sumberdaya perikanan. Atas hal tersebut, KKP berkewajiban untuk mengembangkan strategi nasional pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati perikanan secara berkelanjutan.

Sharif mengatakan, pengalaman dibeberapa negara menunjukan bahwa introduksi ikan asing invasif terbukti dapat mendesak populasi ikan asli yang ada. Mereka akan menguasai lingkungan perairan dan menekan populasi, bahkan akan memusnahkan ikan asli yang ada, serta menyebabkan masuk dan tersebarnya penyakit ikan dan hama baru.

Sharif mencontohkan, introduksi ikan Redbreast Sunfish ke beberapa danau di Italia menyebabkan populasi ikan Alburnus alburnus berkurang drastis. Begitu juga dengan introduksi ikan Salmo Truta ke perairan Selandia Baru, menyebabkan populasi ikan Grayling turun drastis. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER