Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 28 Mei 2015 | 02:43 WIB
Hide Ads

KKP Intensif Atur Introduksi Ikan Asing

Oleh : Tio Sukanto | Rabu, 17 April 2013 | 14:38 WIB
KKP Intensif Atur Introduksi Ikan Asing
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo - kkp.go.id

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan upaya pengaturan introduksi ikan asing di Indonesia, untuk mencegah terjadinya kepunahan spesies atau jenis ikan asli lokal.

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo ketika membuka seminar internasional tentang ancaman spesies asing invasif terhadap kelestarian sumberdaya ikan di Indonesia di Kantor KKP Jakarta, Rabu (17/4/2013).

"Harus kita menata dengan benar, agar ikan kita tetap lestari dan tetap berproduksi, terutama dari invasi ikan asing," kata Sharif.

Menurut Sharif, Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi konvensi keanekaragaman hayati atau Convention on Biological Diversity (CBD) melalui undang-undang No. 5 tahun 1994, berkewajiban untuk melakukan usaha menghindari introduksi spesies asing invasif atau Invasive Alien Species (IAS) hidup dan keanekaragaman spesies asli.

Dalam hal sumberdaya alam hayati perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup sebagai focal point pelaksanaan ketentuuan tentang CBD di Indonesia, telah memberikan mandat kepada KKP, khususnya terkait penanganan dan pengelolaan Species Asing Invasif (SAI) sumberdaya perikanan. Atas hal tersebut, KKP berkewajiban untuk mengembangkan strategi nasional pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati perikanan secara berkelanjutan.

Sharif mengatakan, pengalaman dibeberapa negara menunjukan bahwa introduksi ikan asing invasif terbukti dapat mendesak populasi ikan asli yang ada. Mereka akan menguasai lingkungan perairan dan menekan populasi, bahkan akan memusnahkan ikan asli yang ada, serta menyebabkan masuk dan tersebarnya penyakit ikan dan hama baru.

Sharif mencontohkan, introduksi ikan Redbreast Sunfish ke beberapa danau di Italia menyebabkan populasi ikan Alburnus alburnus berkurang drastis. Begitu juga dengan introduksi ikan Salmo Truta ke perairan Selandia Baru, menyebabkan populasi ikan Grayling turun drastis. [hid]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.