Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Januari 2015 | 12:41 WIB
Hide Ads

Aturan 2 Harga BBM Sesuai Kebijakan BPH Migas

Oleh : Ranto Rajagukguk | Jumat, 19 April 2013 | 20:16 WIB
Aturan 2 Harga BBM Sesuai Kebijakan BPH Migas
(Foto : inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Dengan rencana pemberlakuan dua harga untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, pemerintah tengah menyusun aturan hukum mengenai kebijakan tersebut.

"Untuk perbedaan harga, akan ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM, sementara untuk pembedaan SPBU untuk BBM subsidi Rp4.500 per liter dan Rp6.500 per liter ditetapkan dengan Peraturan BPH Migas," ujar Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas), Edy Hermantoro di Jakarta, Jumat (19/4/2013)i.

Edy memaparkan pembedaan SPBU untuk BBM subsidi Rp4.500 per liter dan Rp6.500 per liter, dilihat dari mayoritas kendaraan yang melintas di suatu kawasan. Sebagai contoh, di daerah Matraman, Jakarta Timur, selain kendaraan pribadi, juga banyak dilintasi oleh mikrolet.

Untuk itu, di sepanjang daerah tersebut, akan disediakan SPBU Rp4.500 per liter dan Rp6.500 per liter. Sedangkan untuk jalan tol, sebagian besar SPBU menyediakan BBM subsidi Rp6.500 per liter.

Namun demikian, SPBU yang menyediakan Solar Rp4.500 per liter juga tetap ada, meski tidak banyak. Menyusul adanya perbedaan harga itu, pemerintah juga berencana meningkatkan margin bagi SPBU.

Hal ini perlu dilakukan karena modal usaha yang harus dikeluarkan SPBU untuk membeli BBM juga meningkat. Harga beli untuk BBM Rp6.500 per liter, lebih tinggi daripada BBM Rp4.500 per liter. Kenaikan margin ini, juga diharapkan dapat meminimalisir kemungkinan penurunan pelayanan kepada masyarakat. "Supaya ada jaminan (SPBU) untuk modal kerjanya, margin kita naikkan," kata Edy.

Besaran margin untuk BBM subsidi Rp6.500 per liter, akan dibahas pekan depan dengan Kementerian Perekonomian, BPH Migas dan PT Pertamina (Persero) Selanjutnya, akan dibahas dengan DPR dalam APBN-P. [hid]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.