Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Januari 2015 | 17:19 WIB
Hide Ads

Harga BBG Subsidi Tak Bakal Naik

Oleh : Ranto Rajagukguk | Sabtu, 20 April 2013 | 05:18 WIB
Harga BBG Subsidi Tak Bakal Naik
Bahan Bakar Gas (BBG) - (Foto : inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum berencana menaikkan harga jual Bahan Bakar Gas (BBG) menyusul tingginya volume penggunaan sumber energi tersebut untuk transportasi.

"Kami belum akan naikkan harga jual. Tapi memang diprediksi konsumsi akan meningkat sebagai dampak kebijakan dua harga untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bagi mobil pribadi yang rencananya akan dilakukan pemerintah," ujar Dirjen Migas, Kementerian ESDM, Edy Hermantoro, Jumat (19/4/2013):

Menurut dia, harga BBG sebesar Rp3.100 per liter setara premium (lsp) masih cukup efektif. Ini dikarenakan tarif listrik lewat sumber energi tersebut juga masih dikategorikan paling rendah.

Lebih jauh Edy mengungkapkan, jika kebijakan dua harga untuk mobil pribadi jadi dilakukan, diperkirakan akan terjadi perpindahan dari BBM ke BBG.

Sejumlah pemilik kendaraan pribadi yang merasa keberatan dengan harga Rp6.500 per liter, akan beralih menggunakan BBG. Namun mahalnya harga converter kit yang sekitar Rp15 juta, juga masih menjadi kendala bagi masyarakat.

Karena itu, ada pihak yang mengusulkan agar pemerintah memberikan converter kit secara gratis seperti halnya LPG tabung 3 kg. "Tapi kalau diberikan secara gratis kan tidak tepat. Punya mobil dikasih converter kit cuma-cuma," tutur Edy.

Mengatasi masalah tersebut, Edy mengusulkan agar pemerintah dapat memfasilitasi pembelian converter kit dengan potongan harga atau secara kredit. Di sisi lain, untuk mendukung kebijakan konversi BBM ke bahan bakar gas, pemerintah akan membangun 20 SPBG serta beberapa Mobile Refueling Unit (MRU) di Jakarta.

SPBG yang akan dibangun itu, beberapa diantaranya akan dibangun di sejumlah Kementerian yang memiliki lahan luas. Dana untuk pembangunan infrastruktur SPBG mencapai Rp474 miliar, ditambah Rp127 miliar untuk optimalisasi. Tender pembangunan ini sudah dimulai.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.