Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 5 Juli 2015 | 16:25 WIB
Hide Ads

Penaikan Harga Elpiji 12 Kg Ditunda

Pemerintah Klaim Fokus Masalah BBM Subsidi

Oleh : Ranto Rajagukguk | Senin, 22 April 2013 | 15:12 WIB

Berita Terkait

Pemerintah Klaim Fokus Masalah BBM Subsidi
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) berasalan, penangguhan usulan naiknya harga elpiji non subsidi 12 kilo gram (kg) karena perlu adanya pembahasan pemerintah tentang pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

"Kami juga harus melihat masalah lain. Apalagi pemerintah punya rencana untuk melakukan pengurangan BBM subsidi dengan menetapkan dua mekanisme harga," tutur Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (22/4/2013).

Pemerintah telah menggelontorkan opsi untuk menerbitkan kebijakan dua mekanisme harga BBM bersubsidi. Untuk kalangan menengah ke atas atau mobil pribadi, BBM bersubsidi akan dijual sebesar Rp6.500, sementara untuk angkutan umum dan roda dua, subsidi masih diberikan secara penuh dengan harga Rp.4.500.

Lebih jauh Susilo menilai, usulan PT Pertamina (Persero) dalam merealisasikan kenaikan diperlukan diskusi secara komprehensif oleh pemerintah. Karena itu dia berharap agar Pertamina mau menahan aksi perseroaan dalam menaikkan harga elpiji 12 kg.

"Ya itu perlu diskusi dan dibahasa dulu oleh pemerintah. Perlu proses untuk menaikkan elpji 12 kg. Kalu ini naik dan ada opsi pengurangan BBM subsdi terjadi nanti ada implikasi yang saling berkaitan. Ini yang perlu diantisipasi," tuturnya.

Susilo sendiri menilai, secara umum usulan tersebut memang tidak direstui oleh Menteri ESDM, Jero Wacik. Alasanya, timing dalam menaikkan elpiji 12 kg dirasa kurang tepat. [mel]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.