Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 1 September 2015 | 23:06 WIB
Hide Ads

Kemenperin Minta Demo Buruh 1 Mei Jangan Anarkis

Oleh : Wiyanto | Rabu, 24 April 2013 | 15:11 WIB
Kemenperin Minta Demo Buruh 1 Mei Jangan Anarkis
Menteri Perindustrian, MS Hidayat - inilah.com/Ardy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian meminta kepada buruh yang akan melakukan aksi demonstrasi pada 1 Mei agar jangan sampai melakukan tindakan anarkis.

Menurut Menteri Perindustrian, MS Hidayat, sebaiknya buruh menyampaikan aspirasi dengan lebih bijak ketimbang anarkis. "Tiap tanggal 1 Mei, organisasi buruh turun ke jalan memberikan aspirasi, saya kira sah-sah saja. Asal jangan anarkis, dan yang dilakukanpun akan secara baik. Nantinya diangkat dalam forum tripartrit dan bipatrit," katanya di Jakarta, Rabu (24/4/2013).

Oleh karena itu, Hdayat juga meminta ke para pengusaha agar tidak memboikot agenda demo buruh. Diharapkan dapat melakukan perundingan lebih lanjut. "Saya menganjurkan menjelang 1 Mei, tripatrit pemerintah, pengusaha dan buruh agar bisa melakukan pembicaraan, dan akan dilanjutkan jangan ada death lock, dan Apindo jangan boikot," jelasnya.

Sebelumnya, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Sujarno meminta kepada seluruh petugas security (Satpam) tidak turut serta dalam merayakan hari buruh internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2013 nanti.

Sementara Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan, Sutjipto mengatakan bahwa semua satpam yang berada di bawah naungan BUJP tidak ikut unjuk rasa merayakan hari buruh dunia. "Kami harap sih mereka tidak ikut demo, lebih baik menjaga keamanan perusahaan," ujar Sutjipto.

Namun demikian, Sutjipto mengatakan belum mengetahui adanya sanksi apa yang akan diterapkan apabila ada security turut serta aksi ke jalan. "Kami belum tahu sanksinya tapi akan dilakukan pembinaan, kami minta sih tidak berserikat satpam itu," tandasnya. [hid]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.