Kamis, 24 April 2014 | 06:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dirjen Pajak:Jaksa Eksekusi Denda Pajak Asian Agri
Headline
Dirjen Pajak Fuad Rahmany - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Wiyanto
ekonomi - Selasa, 30 April 2013 | 12:50 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Dirjen Pajak Fuad Rahmany menegaskan, eksekusi denda pajak PT Asian Agri akan dieksekusi oleh Kejaksaan Agung.

"PT Asia Agri denda 2,5 triliun yang ngejar jaksa," ujar Dirjen Pajak, Fuad Rahmany, di Kementerian Keuangan, Senin (29/4/2013) malam.

Perusahaan sawit tersebut, lanjut Fuad, mempunyai pengacara hukum bisnis yang handal yang memang mereka berusaha menghindari eksekusi pajak.

"Dari pajak dalam proses penerbitan Surat Ketetapan Pajak (SKP),untuk ada prosedur karena mereka juga punya pengacara. Inikan yang penting bagaimana mereka, mau nggak bayar?," ucapnya.

Penerbitan surat ketetapan pajak (SKP ditujukan kepada wajib pajak tertentu yang disebabkan oleh ketidakbenaran dalam pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajaka Daerah (SPTD) atau karena ditemukannya data fiskal yang tidak dilaporkan oleh wajib pajak.

Sebelumnya, akhir Desember tahun lalu, Mahkamah Agung (MA) akhirnya mengeluarkan putusan menghukum perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Sukanto Tanoto, PT Asian Agri atas kasus penggelapan pajak. PT Asian Agri dianggap kurang bayar pajak dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,25 triliun.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER