Kamis, 2 Oktober 2014 | 23:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BPS:Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Turun
Headline
Kepala BPS, Suryamin - Ist
Oleh: Wiyanto
ekonomi - Senin, 6 Mei 2013 | 12:38 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, tenaga kerja sektor pertanian mengalami penurunan 35,06% dari 41,20 juta pada Februari 2012 menjadi 39,96 juta pada Februari 2013.

Kepala BPS, Suryamin menilai, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian yang menurun sebagai sinyal kemajuan pembangunan. Hal itu mengingat jumlah tenaga kerja di sektor industri dan jasa meningkat. Pada sektor industri, penyerapan tenaga kerja naik dari 22,2 juta orang atau 1,9,71% pada Februari 2012 menjadi 23,5 juta atau 20,15% pada Februari 2013.

"Penurunan penyerapan tenaga kerja sektor pertanian dan meningkatnya sektor industri dan jasa jasa menjadi sinyal kemajuan pembangunan perekonomian," ujar Suryamin, pada pemaparan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2013 di Jakarta, Senin (6/5/2013).

Selain itu, jumlah angkatan kerja juga meningkat pada Februari 2013 mencapai 121,19 juta orang jika dibandingkan Februari 2012 hanya 120,41 juta orang.

"Tingkat pengangguran 7,17 juta orang pada Februari 2013. Sedangkan pada Februari 2012 ada 7,61 juta orang. Ini ada penurunan 5,92% tingkat pengangguran," tutur Suryamin.

Suryamin menambahkan, struktur penduduk usia 15 tahun ke atas, ada 175,1 juta pada Februari 2013. Dari struktur jumlah penduduk usia tersebut ada 121,1 juta di antaranya aktif dalam kegiatan ekonomi sedangkan 53 ,9 juta orang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi. Suryamin mengatakan, sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan, dan sektor industri masih menyerap tenaga kerja. [mel]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
aditya malana
Senin, 6 Mei 2013 | 13:34 WIB
Sebuah kemajuan yang pesat semoga kedepannya lebih baik lagi.. apalagi klau para pejabat kita sadar untuk tidak korupsi..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER