Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 1 Februari 2015 | 17:08 WIB
Hide Ads

BPS:Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Turun

Oleh : Wiyanto | Senin, 6 Mei 2013 | 12:38 WIB
BPS:Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Turun
Kepala BPS, Suryamin - Ist

INILAH.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, tenaga kerja sektor pertanian mengalami penurunan 35,06% dari 41,20 juta pada Februari 2012 menjadi 39,96 juta pada Februari 2013.

Kepala BPS, Suryamin menilai, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian yang menurun sebagai sinyal kemajuan pembangunan. Hal itu mengingat jumlah tenaga kerja di sektor industri dan jasa meningkat. Pada sektor industri, penyerapan tenaga kerja naik dari 22,2 juta orang atau 1,9,71% pada Februari 2012 menjadi 23,5 juta atau 20,15% pada Februari 2013.

"Penurunan penyerapan tenaga kerja sektor pertanian dan meningkatnya sektor industri dan jasa jasa menjadi sinyal kemajuan pembangunan perekonomian," ujar Suryamin, pada pemaparan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2013 di Jakarta, Senin (6/5/2013).

Selain itu, jumlah angkatan kerja juga meningkat pada Februari 2013 mencapai 121,19 juta orang jika dibandingkan Februari 2012 hanya 120,41 juta orang.

"Tingkat pengangguran 7,17 juta orang pada Februari 2013. Sedangkan pada Februari 2012 ada 7,61 juta orang. Ini ada penurunan 5,92% tingkat pengangguran," tutur Suryamin.

Suryamin menambahkan, struktur penduduk usia 15 tahun ke atas, ada 175,1 juta pada Februari 2013. Dari struktur jumlah penduduk usia tersebut ada 121,1 juta di antaranya aktif dalam kegiatan ekonomi sedangkan 53 ,9 juta orang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi. Suryamin mengatakan, sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan, dan sektor industri masih menyerap tenaga kerja. [mel]

1 Komentar

Image Komentar
ADITYA MALANA - Senin, 6 Mei 2013 | 13:34 WIB
Sebuah kemajuan yang pesat semoga kedepannya lebih baik lagi.. apalagi klau para pejabat kita sadar untuk tidak korupsi..

Kirim Komentar

52791

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.