Kamis, 24 April 2014 | 13:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Too Big To Fail (2)
Dana Talangan 2008 Berhasil?
Headline
inilah.com
Oleh: Th. Asteria
ekonomi - Sabtu, 11 Mei 2013 | 20:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, New York – Dana talangan terhadap bank-bank terbesar di Amerika Serikat pada 2008 lalu diklaim berhasil. Benarkah hal ini ditopang tingginya kepercayaan masyarakat?

Para bankir dan pejabat keuangan mengklaim dana talangan 2008 itu sukses. "Orang-orang di bank yang mengatakan, 'Kami membayar uang kami kembali dengan bunga, semuanya bagus,'" kata Deniz Anginer, ekonom keuangan Bank Dunia.

Benarkah hal tersebut?

Untuk menjawabnya, Anginer memutuskan melakukan penelitian bersama Viral Acharya, profesor keuangan di Stern School of Business, New York University, dan Joseph Warburton, profesor hukum dan keuangan profesor di Syracuse University.

Mereka mengumpulkan lebih dari 84 ribu data penting untuk 567 perusahaan keuangan sejak 1990. Secara khusus, diamati perbedaan antara apa yang bank berikan ke kreditur untuk meminjam uang dan apa yang diperoleh investor yang memiliki utang pemerintah AS.

Jumlah tersebut dikurangi dari pengukuran yang sama untuk bank-bank yang lebih kecil dan dengan mempertimbangkan perbedaan dalam risiko yang tidak terkait dengan ukuran bank, untuk menentukan nilai subsidi implisit pemerintah.

Diskon untuk 10% bank utama pada 1990-2010 masih layak, rata-rata US$ 20 miliar per tahun. Pada 2009, karena pinjaman kering dan pemerintah membantu bank-bank besar, diskon pinjaman membengkak menjadi sekitar US$ 100 miliar.

Anginer yang juga profesor di Pamplin College of Business di Virginia Polytechnic Institute and State University, Falls Church mengatakan, pembeli utang bank-bank besar telah mengandalkan bantuan pemerintah setidaknya untuk 20 tahun.

Alasan investor menerima pengembalian lebih rendah pada obligasi yang diterbitkan oleh bank-bank terbesar, bukan karena perusahaan-perusahaan lebih berhati-hati daripada pesaing mereka yang lebih kecil. Namun, karena mereka percaya pemerintah akan menopang bank-bank besar jika mereka goyah.

Para peneliti mencapai kesimpulan dengan mengisolasi serangkaian pengukuran risiko yang mempengaruhi biaya beban (cost of debt). Salah satunya maturity mismatch, yakni berapa banyak bank mampu meminjam jangka pendek, dengan bunga biasanya lebih rendah, ketimbang pinjaman jangka panjang. Praktek itu membantu Lehman Brothers ketika pinjaman jangka pendek mengering pada 2008.

Bank-bank terbesar tidak lebih aman

Sementara berdasarkan perhitungan yang dibuat ekonom pemenang Hadiah Nobel Robert Merton tentang jarak ke kegagalan, yang biasanya digunakan untuk memprediksi kebangkrutan, diketahui bahwa bank-bank terbesar tidak berperilaku lebih aman dibandingkan bank-bank kecil.

Anginer melakukan perhitungan bank-bank dengan diskon. Ia mengurangi simpanan nasabah dari masing-masing perusahaan dari kewajiban bunga.

Keuntungan pinjaman bank-bank besar membengkak hingga US$ 37.2 miliar pada 2009, setelah Kongres menyetujui dana US$ 700 miliar untuk talangan bank. Diskon turun menjadi US$ 29,9 miliar pada 2010 karena ekonomi membaik dan US$ 14,6 miliar pada 2011.

Penurunan bukan berarti subsidi akan hilang dalam waktu dekat, kata Edward Marrinan, kepala strategi pasar RBS Securities Inc di Stamford, Connecticut. Menurutnya, diskon mungkin akan terus turun karena investor lebih percaya diri bahwa pemerintah akan memperbolehkan bank-bank besar untuk gagal.

"Kita berada di tengah-tengah proses alami yang bergerak dari dukungan implisit menjadi bank sebagai perpanjangan tangandari pembayar pajak," katanya. "Proses itu mungkin memakan waktu lama." [ast] bersambung

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER