Kamis, 31 Juli 2014 | 14:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PHK Menghantui Bank Syariah BUMN
Headline
(Foto : istimewa)
Oleh: Bastaman
ekonomi - Minggu, 12 Mei 2013 | 19:58 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Dari banyak kabar yang beredar, rencana merger Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, dan BTN Syariah adalah yang paling menggelisahkan para karyawan.

Seorang pegawai bank BNI Syariah menuturkan, sejak isu penggabungan empat bank syariah BUMN itu mencuat, konsentrasi pegawai mulai terpecah. Para karyawan mulai dihantui bayang-bayang PHK.

Merger memang tak ubahnya buah simalakama. Di satu sisi, langkah itu diyakini akan memperkuat bank syariah BUMN. Soalnya, di samping modal dan asetnya tambah gede, bank hasil merger juga akan lebih efisien. Di sisi lain, ya itu tadi, apabila merger dilakukan, besar kemungkinan akan terjadi pengurangan jumlah pegawai.

Pengalaman membuktikan, ketika Bapindo, BBD, BDN, dan Bank Exim bergabung membentuk Bank Mandiri, banyak karyawan terpaksa dirumahkan. Hal yang juga terjadi ketika lima bank swasta bergabung membentuk Bank Permata. Dampak dari merger ini berimbas ke semua level, mulai dari karyawan biasa hingga posisi direktur.

Makanya, jika merger antara Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, dan BTN Syariah benar-benar menjadi kenyataan, Kementrian BUMN bakal menghadapi tekanan hebat dari internal maupun eksternal perusahaan. “Termasuk tekanan dari DPR,” ujar seorang bankir.

Oh ya, isu merger empat bank syariah BUMN ini pertama kali diucapkan oleh Gatot Trihargo, Deputi Bidang Jasa Usaha Kementrian BUMN, pekan lalu. Bahkan, menurut Gatot, ada opsi untuk mengubah Bank BTN Tbk menjadi bank syariah. BTN hasil konversi inilah yang kemudian mencaplok empat bank syariah BUMN. “Tahap awal adalah merger empat bank syariah BUMN,” kata Gatot.

Terlepas dari ancaman PHK yang membayanginya, merger empat bank syariah BUMN berpotensi melahirkan sebuah bank besar. Tak percaya? Mari kita hitung. Hingga kuartal I-2013, keempat bank syariah BUMN itu memiliki total aset Rp76 triliun. Nah, jika digabungkan dengan BTN yang beraset Rp120 triliun, bank syariah hasil merger itu bakal memiliki aset Rp196 triliiun.

Dengan aset sebesar itu, bank tersebut akan menjadi bank nomor 5 terbesar di Indonesia setelah Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI. Dari sisi permodalan, penggabungan BTN dengan empat bank syariah BUMN akan menghasil bank baru yang memiliki modal inti di atas Rp 5 triliun. Sehingga bisa masuk dalam katagori BUKU 3.

Tapi, kapan rencana merger itu akan direalisasikan? Belum jelas.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER