Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Agustus 2015 | 19:40 WIB
Hide Ads

Inilah Pemicu Rupiah Naik hingga Akhir Tahun

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 15 Mei 2013 | 17:54 WIB
Inilah Pemicu Rupiah Naik hingga Akhir Tahun
(inilah.com/wirasatria)

INILAH.COM, Yogyakarta - Nilai tukar rupiah dapat menuju level Rp9.500-Rp9.600 per US$. Namun tergantung kondisi penanganan krisis Uni Eropa dan stimulus moneter di AS dan Jepang.

"Rupiah bisa menguat kalau di AS mengalami kelebihan likuiditas dan krisis di Eropa ada kepastian solusi," kata ekonom Fauzi Ichsan yang ditemui saat menghadiri seminar intenasional tentang Macroeconomi Policies for Sustainable Growth with Equity in East Asia di Yogyakarta, Rabu (15/5/2013).

Penguatan rupiah tidak dapat mengandalkan sentimen dari dalam negeri saja. Rupiah akan positif dengan kepastian penanganan krisis di negara Uni Eropa seperti di Spanyol, Italia maupun Cyprus. Dengan demikian risiko negara di kawasan Uni Eropa akan berkurang.

Sentimen penopang lain adalah kebijakan stimulus moneter di AS seperti paket Quantitative Easing (QE). Demikian juga dengan paket stimulus di Jepang. "Dengan kebijakan QE di AS dan stimulus di Jepang akan memicu kelebihan likuiditas sehingga dananya menyerbu ke negara yang masih tumbuh kuat termasuk Indonesia," katanya.

Indonesia menjadi salah satu tujuan dana asing yang sedang mencari peluang menjanjikan untuk investasi. Saat itulah rupiah akan ikut menguat menuju level Rp9.500-Rp9.600 per dolar AS hingga akhir tahun.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.