Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 2 Maret 2015 | 14:19 WIB
Hide Ads

Tanggapan Pidato Presiden

Peran FKSSK Perlu Payung Hukum

Oleh : Wiyanto | Jumat, 16 Agustus 2013 | 12:06 WIB
Peran FKSSK Perlu Payung Hukum
Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti - ist

INILAH.COM, Jakarta - Ekonom memandang Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) perlu payung hukum. Usulan ini mengingat FKSSK belum punya Undang-undang (UU).

Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengungkapkan FKSSK harus mendapat dukungan UU."Mensuport FKSSK dengan UU karena sampai sekarang belum jadi," ujar Destry kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (16/8/2013).

Pada pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan FKSSK mempu menjaga stabilitas perekonomian sehingga mampu bertahan pada krisis 2008 dan menjaga hal serupa ke depannya.

Menurut Destry kehadiran FKSSK meskipun belum didukung UU, setidaknya mampu melakukan tindakan penyelamatan keuangan yang nantinya bisa berdampak pada perekonomian nasional. "Paling tidak FKSSK dapat melakukan tindakan preventif terhadap gejolak yang terjadi," ujar Destry kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (16/8/2013).

Destry melihat kinerja FKSSK berorientasi pada antisipasi kapital outflow. Antisipasi tersebut dapat dilakukan salah satu anggota FKSSK Bank Indonesia (BI) dengan melakukan intervensi pasar. "Antisipasi dengan BI masuk pasar atau saham itu ada aturannya," ucap Destry.

Dengan stabilitasnya moneter dan fiskal, lanjut Destry mampu membangkitkan garah investor menanamkan modalnya. Paling tidak bagi investor yang berada di Indonesia merasa nyaman dengan kinerja FKSSK. "FKSSK lebih meyakinkan investor dan ini menjadi bentuk suport ke pemerintah," kata Destry.

FKSSK beranggotakan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan. [mel]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.