Sabtu, 30 Agustus 2014 | 23:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pidato Presiden SBY Ancam Nasib Buruh
Headline
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - (Foto: inilah.com/Agus Priatna)
Oleh: Vinsensius Segu
ekonomi - Jumat, 16 Agustus 2013 | 16:03 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pidato kenegaraan Presiden SBY dinilai tidak berpihak kepada kalangan buruh. Naga-naganya, pemerintah bakal menghidupkan kembali rezim upah murah.

Menurut catatan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, pidato presiden yang menyebutkan bahwa Indonesia haruslah tetap menjadi tujuan utama investasi dunia, cukup meresahkan kalangan buruh. Selama ini, nasib buruh selalu dipinggirkan hanya dengan alasan investasi.

"Kita jelas menolak nilai tersebut. Dan menolak sikap elit buruh tertentu apabila menyetujui nilai ini," ungkap Said kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (16/8/2013).

Sinyal akan dihidupkannya kembali rezim upah murah, lanjutnya, cukup beralasan. Beberapa waktu lalu, Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Sofyan Wanandi dan Menteri Perindustrian MS Hidayat, menyatakan hal senada.

‘’Mereka menyatakan bahwa kenaikan upah minimum pada 2014 hanya berpatokan kepada inflasi. Sementara buruh menuntut adanya kenaikan upah 50 perse di 2014. Kalau acuannya inflasi, kenaikannya maksimal hanya 20 persen,’’ tegasnya. [ipe]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER