Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 30 Januari 2015 | 19:22 WIB
Hide Ads

RAPBN 2014, Siapkan Insentif Tapi Fiskal Terjaga

Oleh : Wiyanto | Jumat, 16 Agustus 2013 | 17:59 WIB
RAPBN 2014, Siapkan Insentif Tapi Fiskal Terjaga
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa - (Foto : inilah.com/Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan perbaikan distribusi pembangunan nasional dengan tetap menjaga fiskal.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan RAPBN 2014 kesepakatan bersama pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat. "Upaya tersebut untuk menstimulus perekonomian, ditempuh lewat pendapatan negara, belanja negara dan pembiayaan," kata Hatta dalam keterangannya di Direktorat Jenderal Pajak, Jumat (16/8/2013).

Presiden, baru saja menyampaikan asumsi kebijakan fiskal dan postur Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2014. "Kebijakan pembangunan dijabarkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dalam penyusunan sebagaimana disepakti di dewan, sebagai produk satu kesatuan pembangunan nasional," ujar Hatta.

Hadir pada keterangan pers seluruh menteri bidang ekonomi seperti, Suswono, Chatib Basri, Armida Alisjahbna dan Jero Wacik. Tema besar kebijakan fiskal tahun 2014 adalah "Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif". Dengan tema ini, kebijakan fiskal diarahkan untuk memberikan ruang stimulus fiskal secara terukur.

Pemerintah memberikan insentif fiskal untuk kegiatan ekonomi strategis dan sisi belanja negara dengan pembangunan infrastruktur. Sementara pembiayaan melalui alokasi penyertaan modal negara, dana dan penjaminan serta memanfaatkan utang untuk kegiatan produktif.

Untuk menjaga kesinamungan fiskal, tambah Hatta, melalui tiga langkah utama, pertama mengendalokan defisit dalam batas aman. Kedua, mengendalikan keseimbangan primer melalui optimalisasi sisi pendapatan negara dan memperbaiki struktur belanja agar efisien dan produktif. Ketiga, meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan utang.

Pemerintah mengharapkan pendapatan negara naik 10,7% menjadi Rp1.662,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2014 dari target pendapatan negara pada APBN-P tahun 2013 senilai Rp1.502 triliun. Sementara itu, anggaran belanja negara direncanakan mencapai Rp1.816,7 triliun atau naik 5,2% dari pagu belanja negara pada APBN-P tahun 2013 yang sebesar Rp1.726,2 triliun. [hid]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

10551

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.