Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 17:58 WIB

PLN Lupakan Proyek PLTU Mulut Tambang

Oleh : Rina Anggraeni | Senin, 15 September 2014 | 21:53 WIB
PLN Lupakan Proyek PLTU Mulut Tambang
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kelanjutan tender Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang Sumatera Selatan (Sumsel) 9, dan 10 hingga kini masih menyisakan tanda tanya.

Kuat dugaan PT PLN (Persero) melakukan tender ulang terhadap proyek strategis ini. Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama PLN, Nur Pamudji enggan memberi keterangan terkait proyek PLTU Sumsel 9 dan 10 tersebut. "Hari ini nggak ada pembahasan soal PLTU Mulut Tambang," katanya di Gedung DPR, Senin (15/9/2014).

Sementara itu, Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jarman menyampaikan, persoalan tender PLTU mulut tambang diserahkan kepada PLN. Posisi pemerintah hanya memberi arahan agar proyek pembangkit ini bisa dijalankan.

"PLN kan operasional. Kan jelas posisi pemerintah dilaksanakan. Tanya Dirut PLN saja," katanya.

Diketahui, pemerintah meminta PT PLN (Persero) tidak membatasi kalori batubara dalam tender internasional proyek PLTU Mulut Tambang Sumsel 9 dan 10.

Mantan Menteri ESDM, Jero Wacik dalam surat kepada Dirut PLN Nur Pamudji sebelumnya menuturkan, Permen ESDM No. 10/2014 yang menyebutkan formula biaya produksi ditambah marjin, berlaku pada semua nilai kalori batu bara.

"Dengan memperhatikan hal itu, kami harap untuk pemanfaatan batubara PLTU Mulut Tambang Sumsel 9 dan 10, nilai kalorinya tidak dibatasi dan dilaksanakan dengan ketentuan pengadaan yang membawa manfaat paling besar bagi negara," katanya dalam surat bernomor 5327 tertanggal 21 Agustus 2014.

Selain itu, menurut Wacik dalam suratnya, proses pengadaan mesti dilakukan secara efisien, efektif, transparan, terbuka, tidak diskriminatif, dan akuntabel.

Surat Menteri ESDM tersebut merupakan jawaban atas surat Dirut PLN bernomor 1954 tertanggal 6 Agustus 2014. Dalam suratnya, Nur Pamudji meminta Menteri ESDM menerbitkan keputusan tentang pemanfaatan batubara PLTU Sumsel 9 dan 10.

Keputusan tersebut diperlukan karena pemanfaatan batubara di Sumsel merupakan bagian dari strategi kebijakan energi nasional. PLN berencana menggunakan batubara dengan kalori di bawah 3.000 kkal/kg dengan tujuan mengoptimalkan cadangan yang besar di Sumsel. [hid]

Komentar

x