Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juli 2016 | 23:31 WIB
Hide Ads

Politik Memanas, Investor Hulu Migas Wait and See

Oleh : Ranto Rajagukguk | Kamis, 9 Oktober 2014 | 02:01 WIB
Politik Memanas, Investor Hulu Migas Wait and See
(Foto: inilahcom/ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Suhu perpolitikan yang tengah memanas saat ini membuat investor wait and see terhadap investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) nasional. Para investor di sektor migas menunggu kebijakan tepat guna yang dilakukan pemerintahan periode berikutnya.

Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi Putrohari menyadari sejumlah investor yang baru memulai investasi hulu migas masih menahan kegiatan bisnisnya. Ini dilakukan lantaran memperhitungkan kebijakan yang akan diambil pemerintahan terpilih periode 2014-2019.

"Memang dapat saya katakan yang mau investasi baru mereka masih hold. Karena mereka nggak tahu apa yang akan terjadi nantinya," kata Rovicky di Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Namun demikian, Rovicky tetap memastikan investasi hulu migas yang telah berjalan akan berproses seperti biasanya. Ia menilai, perusahaan hulu migas tak akan pull out (keluar) dari proyek yang tengah berjalan.

"Kalau pull out saya pikir itu tidak akan terjadi. Mereka tidak mudah asal pull out karena persoalan politik. Itu kan berkaitan bisnisn yang telah berjalan," kata Rovicky.

Rovicky tetap mengapresiasi terhadap kondisi perpolitikan saat ini. Ia menyebut kondisi perpolitikan saat ini cukup seimbang mengingat partai oposisi pemimpin di parlamen.

"Saya bilang cukup bagus dan balance. Cuma kita lihat apakah ini nanti saling menjatuhkan ke depannya. Namun berbicara pemerintahan dan parlemen dasarnya kan mentalitas orangya," tutur Rovicky. [mdr]

1 Komentar

Image Komentar
DINA ANDINI - Jumat, 10 Oktober 2014 | 01:56 WIB
Memang kacau sekali nih iklim yang diciptakan oleh kmp. semoga keadaan segera membaik sehingga investasi menjadi lancar

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x