Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 16:24 WIB

Ini Keuntungan Pemerintah Merombak Tahun Fiskal

Kamis, 9 Juli 2015 | 22:01 WIB

Berita Terkait

Ini Keuntungan Pemerintah Merombak Tahun Fiskal
Ekonom UI Lana Soelistianingsih - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Agar penyerapan anggaran bisa terdongkrak, muncul usulan perubahan tahun anggaran atau fiskal. Untuk 1 Januari-31 Desember ditetapkan sebagai triwulan ketiga.

Usulan ini disampaikan Ekonom UI Lana Soelistianingsih, dengan alasan demi optimalisasi serapan anggaran. "Tahun fiskal yang kita anut dimulai 1 Januari hingga 31 Desember. Padahal, penyampaian dan pembayaran pajak itu kan baru Maret, atau April. Artinya, pemerintah tidak didukung cashflow yang memadai untuk belanja modal pada triwulan I dan II," ujar Lana di Jakarta, kamis (9/7/2015).

Ya, Lana benar. Selama ini, batas akhir penyampaian surat pemberitahuan (SPT) dari wajib pajak (WP) kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada 31 Maret. Jika tahun fiskal dimulai awal Kuartal III yakni 1 Juni, maka pemerintah sudah memiliki cashflow yang berasal dari pembayaran pajak itu.
"Artinya, kalau tahun fiskal di mulai pada triwulan III maka pemerintah memiliki pendanaan untuk belanja modal," tuturnya.

Keuntungan lainnya, lanjut Lana, pemerintah memiliki masa waktu yang lebih lama dalam pelaksanaan tahun fiskal untuk merealisasikan anggaran. "Jadi, pemerintah punya empat triwulan untuk belanja modal. Kalau kita lihat sekarang, pemerintah hanya punya dua triwulan. Apalagi, ada bulan puasa dan Lebaran, akan tidak efektif," ujar Lana.

Apabila pemerintah memiliki keberanian untuk merubah tahun fiskal, tutur Lana, membawa dampak positif bagi likuiditas perbankan, terutama di awal tahun.

Lanna mengataan, perubahan tahun fiskal ini pernah dilakukan saat Soeharto berkuasa. Saat itu, pemerintah menetapkan tahun fiskal dimulai pada 1 April. "Di negara lain, tahun fiskal dimulai 1 Oktober," katanya. [tar]

Komentar

x