Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 02:56 WIB

Dua Menteri Pecah Kongsi di Blok Masela

Oleh : Ranto rajagukguk | Rabu, 23 September 2015 | 15:54 WIB
Dua Menteri Pecah Kongsi di Blok Masela
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menilai pembangunan infrastruktur gas di Blok Masela, Provinsi Maluku sebaiknya dengan fasilitas pengolahan LNG (Floating LNG/FLNG).

Kata Sudirman, opsi pembangunan infrastruktur gas menggunakan fasilitas pengolahan LNG (Floating LNG/FLNG), sesuai dengan gagasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Hanya saja, opsi tersebut bertentangan dengan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli yang menginginkan pembangunan infrastruktur gas di Blok Masela, Laut Arafuru, Maluku, dengan pipanisasi.

"Yang jelas SKK Migas rekomendasi offshore. Saya percaya pada sistem yang dari SKK Migas," kata Sudirman di Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Dia bilang, sesuai aspek ekonomi, dan perhitungan SKK Migas, infrastruktur gas yang ideal dan hemat menggunakan sistem offshore atau dengan LNG terapung. Dengan proyek pipanisasi justru dinilai memakan biaya lebih tinggi. "Hitungannya SKK Migas lebih hemat offshore," kata Sudirman.

Sudirman mengatakan, melalui pembangunan LNG terapung, maka proyek strategis itu telah sejalan dengan visi utama Presiden Joko Widodo yakni mendorong poros industri maritim. Berangkat dari hal itu, Sudirman yakin infrastruktur LNG terapung merupakan salah satu solusi penggebrak poros maritim.

"Dan musti diingat, kita juga punya visi menumbuhkan industri maritim. LNG memberi kesempatan industri perkapalan dan kapasitas nasional akan diserap besar-besaran," kata Sudirman.[ipe]

Komentar

x