Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 30 Juli 2016 | 00:46 WIB
Hide Ads

Kemilaunya Industri Tambang di Tanah Papua

Oleh : M fadil djailani | Senin, 1 Februari 2016 | 08:09 WIB
Kemilaunya Industri Tambang di Tanah Papua
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Potensi industri tambang di Provinsi Papua dan
Papua Barat, masih cukup menggairahkan.Lantaran, kekayaan alam masih berlimpah, disokong sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin saat menerima Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya yang juga Ketua Masyarakat Adat Papua di
Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, akhir pekan lalu.

"Kita optimistis dengan potensi Papua baik mineral, migas hingga industri kecil menengah berbasis kebudayaan. Semangat kita adalah meningkatkan nilai tambah yang dapat dinikmati masyarakat Papua," ujar Menperin Saleh.

Untuk kerajinan, lanjut Saleh, Kemenperin melalui Dirjen IKM telah mengembangkan noken, tas tradisional Papua dan memadukannya dengan
beragam kreasi termasuk fesyen. Pada Desember 2012 noken telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan tak benda.

Menurut Dirjen IKM Euis Saedah, produksi pertanian dan perkebunan kawasan itu juga dapat dipacu dengan pemanfaatan pupuk organik cair yang telah digunakan antara lain di Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya mengatakan percepatan pembangunan perindustrian di Papua sangat diperlukan agar tidak mengalami
ketertinggalan dari daerah lain.

"Beberapa saran pengembangan antara lain untuk pengolahan buah merah sebaiknya di Tolikara dan buah merah di Wamena. Sedangkan produksi garam
rakyat di Kabupaten Intan Jaya," ujar Lenis.

Sementara, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, memerlukan bimbingan teknik dan bantuan alat produksi mebel, karena telah ditetapkan sebagai
pusat pelatihan industri kecil dan menengah.

Pada kesempatan itu, Menperin Saleh menekankan pentingnya pengembangangan industri berbasis petrokimia di Teluk Bintuni, Papua Barat. Bintuni juga merupakan salah satu dari 14 kawasan industri di Indonesia yang akan kami kembangkan untuk memacu pemerataan industri luar Jawa," kata Menteri Saleh.

Selain itu, Menperin menekankan, pemilihan petrokimia di Bintuni demi mewujudkan hilirisasi industri berbasis gas bumi. [ipe]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x