Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 11:25 WIB

Mantan YLKI: Harga LPG Pertamina Termurah di ASEAN

Minggu, 27 Maret 2016 | 15:27 WIB
Mantan YLKI: Harga LPG Pertamina Termurah di ASEAN
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di antara negara anggota ASEAN, harga elpiji bersubsidi di Indonesia termurah. Sedangkan harga elpiji non subsidi, relatif terjangkau meski mengikuti harga keekonomian.

Demikian disampaikan pengamat perlindungan konsumen, Indah Suksmaningsih kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (26/3/2016). Dia mempertanyakan adanya anggapan bahwa harga elpiji di Indonesia termahal di ASEAN.

"Saya lebih percaya informasi harga yang disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja. Bahwa harga elpiji Pertamina termurah di ASEAN," papar mantan Ketua YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) ini.

Indah bilang, harga elpiji subsidi di Indonesia, seperti disampaikan Wiratmaja, berada di kisaran Rp 4.250/kg. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia, yakni Rp6.938/kg atau Thailand Rp7.000/kg.

Apabila disandingkan dengan harga elpiji di India, hasilnya sami mawon. Bahwa harga elpiji di tanah air lebih murah. Di mana, harga elpiji di negeri Sejuta Dewa ini mencapai Rp5.500/kg.

Sementara untuk elpiji non subsidi yang harganya mengikuti harga keekonomian, Pertamina mematok Rp7.700-14.200/kg. Sementara Filipina mematok harga Rp24.000/kg, Jepang Rp20.000/kg, Tiongkok Rp17.000-21.000/kg, dan Skotlandia Rp17.000/kg. "Bedanya jauh, harga di Indonesia jelas lebih murah," papar Indah.

Rendahnya harga elpiji Pertamina, papar Indah, tak lepas dari efisiensi yang berhasil ditempuh industri migas pelat merah itu. Dalam hal ini. Pertamina berhasil memangkas panjangnya mata rantai tata niaga elpiji. "Pertamina juga menindak tegas jika terdapat penyalur yang terbukti nakal. Yakni mereka yang menyalahi aturan," papar Indah.

Tak hanya lebih murah dibanding harga di negara lain, Indah juga menyebut lebih rendah dibanding pemain elpiji di dalam negeri yang berjumlah 4-5 industri. Misalnya saja Blue Gas yang diproduksi industri lokal, harganya mencapai Rp15.000/kg. [tar]

Komentar

x